'Dihajar' Wabah Corona, Ekonomi Jepang Melambat 3,4% dan Dikonfirmasi Resesi
Reuters/Athit Perawongmetha
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jepang merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Namun negara itu tampaknya harus 'bertekuk lutut' hingga resesi usai dihantam wabah virus Corona.

WowKeren - Nyaris seluruh negara kini tengah merasakan dampak dari wabah virus Corona. Tak hanya dari segi kesehatan, aspek perekonomian pun ikut dibuat babak belur oleh wabah ini.

Salah satu negara yang baru-baru ini dikonfirmasi "babak belur" karena pandemi Corona adalah Jepang. Dilansir dari CNN Business, ekonomi Jepang dilaporkan melambat dan mulai memasuki resesi.

Jepang, yang notabene merupakan negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia, mengalami penurunan hingga 0,9 persen pada periode Januari sampai Maret. Persentase ini lebih baik dibandingkan dengan prediksi, yakni menyusut 1,2 persen.

Namun bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, penyusutan ekonomi ini begitu tajam. Sebab dalam laporan yang diumumkan pada Senin (18/5) waktu setempat, Jepang mengonfirmasi ada penyusutan laju ekonomi sampai 3,4 persen, menandakan negara kepulauan itu memasuki masa resesi.

"Penurunan laju ekonomi yang signifikan di kuartal pertama menunjukkan virus sudah menyebar ke berbagai aspek kehidupan Jepang," kata Ekonom "Capital Economics" Jepang, Tom Learmouth. "Dan sekarang wabah sudah 'merusak' aktivitas ekonomi periode Maret."


Kondisi ini membuat Learmouth tak bisa lama-lama "berbaik sangka". Berdasarkan analisisnya, Learmouth menduga situasi lebih berat akan muncul beberapa waktu ke depan, apalagi karena pandemi COVID-19 di Jepang belum benar-benar mereda.

"Ini baru pucuk gunung es," ungkap Learmouth, menganalogikan kondisi yang tengah dihadapi Jepang. "April dan Mei mungkin akan jauh lebih buruk dari situasi ini."

Hal ini tak lepas dari adanya penyusutan di laju ekspor barang, yang menyumbang 16 persen perekonomian Jepang, hingga 6 persen. Ini merupakan penurunan terbesar yang dialami Jepang sejak diguncang gempa bumi besar dan tsunami pada 2011 lalu.

Banyak yang sudah memprediksi dunia akan menghadapi krisis finansial dan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Bahkan pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, memperkirakan hanya 4 negara yang akan bisa melalui krisis tersebut.

"AS, Tiongkok, India, dan Europe Union," ujar Mochtar, Jumat (15/5). Ia meramalkan keempat negara itu berdasarkan sejumlah parameter seperti wilayah yang besar, sumberdayanya kaya, populasi penduduknya banyak, memiliki pasar dalam negeri yang kuat, serta penguasaan teknologinya kuat.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts