Pemprov Jatim Soroti Kerumunan Warga di Mal-mal Jelang Lebaran, Bakal Tindak Tegas?
Nasional
PSBB Corona

Adanya wabah virus corona dan PSBB tak membuat warga Indonesia meninggalkan tradisi untuk berbelanja di pasar tradisional hingga mal menjelang Hari Raya Lebaran. Hal ini tentunya menjadi perhatian Pemprov Jatim untuk memberi teguran/sanks.

WowKeren - Menjelang hari Lebaran, warga biasanya nampak memenuhi pusat perbelanjaan (mal) untuk membeli baju baru atau kebutuhan lain menjelang Hari Raya. Hal ini merupakan tradisi bagi warga Indonesia.

Meski adanya pandemi corona yang mengancam jiwa, banyak warga yang tetap menjalankan tradisi tersebut. Seperti yang terjadi di mal di Jember dan Surabaya ini.

Bahkan akhir-akhir ini beredar foto kerumuman warga yang memenuhi Pakuwon Mall Surabaya. Padahal Kota Pahlawan tersebut saat ini tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini tentunya mendapat perhatian dari Koordinator PSBB Jatim Heru Tjahjono. Ia mengatakan jika kerumunan warga yang terjadi, baik di pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan akan menjadi perhatian serius pihaknya.

Kerumunan Pengunjung Pakuwon Mall Surabaya

Twitter


"Jadi tentunya memang suasana Lebaran memiliki hal yang harus diperhatikan lebih khusus. Artinya sosialisasi terus dilakukan lebih ketat dan kuat," ujar Heru di Gedung Negara Grahadi, Senin (18/5) malam. "Keramaian bila di wilayah PSBB akan dilihat dari perwali dan perbup-nya."

Heru menjelaskan ada hal-hal tertentu yang menjadi perhatian khusus saat PSBB apalagi menjelang Lebaran. Perhatian khusus itu merupakan pengawasan ketat di titik-titik tertentu yang berpotensi menciptakan kerumunan warga.

"Ada beberapa titik yang perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti sesuai PSBB. Di tempat keramaian misalnya, agar melakukan hal yang sesuai peraturan PSBB," jelasnya. "Tidak hanya di Surabaya, tapi juga di Malang termasuk crowded. Sore tadi Ibu Gubernur (Khofifah) rapat dengan jajaran Forkopimda. Hasilnya nanti akan menindak sesuai aturan PSBB."

Sekdaprov Jatim ini masih melihat teguran/sanksi apa yang akan diberikan saat terjadi kerumunan warga. "Nanti kan dilihat, peraturan PSBB sesuai perwali/perbup. Sejauh ini ada beberapa mal yang ditutup, nanti akan terus dioperasi," tambahnya.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan jika kerumunan warga di pusat perbelanjaan bisa menimbulkan sesuatu yang berbahaya. "Bahaya dari peningkatan kerumunan massa di mal. Jika di wilayah PSBB, maka itu merupakan kewenangan Pak Sekda. Kalau di luar wilayah PSBB, ketuanya Pak Suban Wahyudiono (Kalaksa BPBD Jatim)," pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts