Bukan Jakarta, Ini Provinsi Tingkat Kenaikan Kasus Corona Tertinggi di Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengungkapkan 3 provinsi yang mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 paling signifikan dalam sepekan terakhir.

WowKeren - Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, saat ini ada 3 provinsi yang mengalami lonjakan kasus positif paling signifikan dalam sepekan terakhir. Menariknya, DKI Jakarta yang merupakan provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia bukanlah salah satunya.

Ketiga provinsi yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 terbesar adalah Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan Doni usai mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo pada Senin (18/5).


"Jawa Timur mengalami kenaikan kasus mingguan sebesar 70 persen. Kemudian Sumatera Selatan mengalami kenaikan kasus mingguan 157 persen," ungkap Doni. "Sedangkan Kalimantan Selatan mengalami kenaikan jumlah kasus mingguan 60 persen."

Dalam keterangan jumlah kasus COVID-19 baru yang diumumkan pada Senin (18/5) kemarin, 3 provinsi ini memang cukup mendominasi. Jawa Timur menjadi yang tertinggi dengan mencatat 144 kasus baru, kemudian Kalimantan Selatan dengan 66 kasus baru, dan Sumatera Selatan dengan 16 kasus baru.

Di Kalimantan Selatan, sebanyak 68 persen pasien COVID-19 dari jumlah keseluruhan berasal dari klaster jemaah tablig di Gowa. Sedangkan untuk peningkatan kasus positif yang mencapai 157 persen di Sumatera Selatan disebut terjadi karena Pemprov Sumsel aktif dan agresif dalam melakukan tracing pasien positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumatra Selatan, Yusri, menyebut bahwa Sumsel kini sedang dalam fase puncak kasus peningkatan COVID-19. "Saya belum mendengar informasi detail dari Gugus Tugas pusat terkait peningkatan 157 persen pasien positif di Sumsel. Tetapi yang pasti saat ini kami sedang aktif dan agresif dalam melakukan tracing terhadap pasien positif untuk memutus rantai penyebaran virus corona," ujar Yusri.

Melihat angka penularan COVID-19 yang masih tinggi ini, Doni menegaskan bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih belum akan dilonggarkan dalam 2 pekan ke depan. Adapun yang dibahas dalam rapat bersama Presiden Jokowi hanya skenario pelonggaran PSBB apabila kurva penularan di masyarakat rendah.

"Jadi kami ulangi kembali bahwa satu dua pekan ke depan belum ada kebijakan pengurangan pembatasan," tegas Doni. "Yang dibahas hari ini oleh Bapak Presiden adalah skenario yang mana seluruhnya tergantung dari data-data lapangan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts