Ungkap Teori Konspirasi, Deddy Corbuzier Setuju Virus Corona Buatan Amerika
Instagram/mastercorbuzier
Selebriti
Seleb vs Corona

Deddy Corbuzier membahas soal teori konspirasi yang saat ini tengah menjadi perbincangan publik. Ia tampaknya setuju dengan kecurigaan yang menyebut jika virus Corona adalah buatan Amerika.

WowKeren - Dunia saat ini tengah dilanda wabah virus Corona yang sudah menginfeksi lebih dari 4 juta orang, termasuk Indonesia. Hingga saat ini masih belum ditemukan vaksin yang sesuai untuk menangkal virus tersebut.

Virus yang diduga berasal dari Tiongkok ini banyak memunculkan pertanyaan. Ada yang menyebut jika virus ini adalah bentuk konspirasi untuk menghancurkan sebagian umat manusia dengan mencari kambing hitam. Hal ini pun yang akhirnya memunculkan berbagai pertanyaan dalam benak seorang Deddy Corbuzier.

Dalam podcast terbarunya, Deddy Corbuzier mengundang salah satu pengusaha ternama, Mardigu Wowiek Prasantyo. Perbincangan Deddy dengan bintang tamunya kali ini tampaknya akan sangat serius. Pertanyaan pertama Deddy langsung mengarah ke siapa pihak yang diuntungkan dengan adanya virus Corona ini.

Mendengar pertanyaan dari Deddy, Mardigu pun menjawab ada tiga versi tentang asal virus Corona. Mardigu menjelaskan salah satunya yang juga diambil dari data temannya yang merupakan professor di University of Cambridge. Mardigu mengatakan jika ia sering bekromunikasi dengan temannya itu.

"Corona virus ada banyak versi, saya lebih senang pakai data science aja, Cambridge Universiy mengadakan riset cukup panjang, seorang profesor, doktor di sana sahabat saya, dia di Malaysia. Sejak Februari dia sering Wa, dia bilang, something yang belum bisa dia nebak, behaviour-nya kayak AIDS, ngambil imunitas," ujar Mardigu, Selasa (19/5).


Dari data yang dipegang olehnya, Mardigu yakin virus Corona merupakan buatan salah satu pihak. Mengenai siapa pihak tersebut, Mardigu menjelaskan panjang lebar, sampai kepada cerita di mana dunia farmasi berjaya saat Barrack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat. Hal itu lalu bergeser setelah posisi Obama digantikan oleh Donald Trump.

"Kita percaya dunia farmasi itu darling-nya Obama. Obama punya 'Obama Care' selama 8 tahun, dunia farmasi tajir melintir. Setelah Trump jadi presiden, ditebas 'Obama Care', darling-nya Trump itu militer. Mereka men-design gue harus revenge," beber Mardigu.

Mardigu yang telah melahap banyak buku sangat yakin dengan pendapat tersebut. Bahkan di tengah perbincangan, dengan kesimpulan itu, Deddy kembali melontarkan pertanyaan mengenai vaksin dari virus Corona. "Kalau Donald Trump enggak terpilih lagi, vaksin bisa keluar?" ujar Deddy.

Mendengar hal itu, Mardigu tersenyum dan pertanyaan Deddy adalah pernyataan yang baru saja ia ingin lontarkan. Menurut Nardigu, September adalah bulan penentu karena saat itu adalah Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat. Deddy pun seolah menyetujui apa yang dikatakan Mardigu mengenai siapa yang membuat virus Corona.

"Kita percaya dan setuju ini adalah America non Trump yang membuat Covid-19 ini," ujar Deddy dalam bahasa Inggris.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts