Ridwan Kamil Cetuskan 'PSBB Skala Mikro' Usai Evaluasi Penanganan Corona Jabar, Apa Itu?
kemlu.go.id
Nasional
PSBB Corona

Gubernur Jabar ini membeberkan sejumlah bukti bahwa PSBB secara efektif menurunkan laju penyebaran virus Corona. Karena itulah ia berencana 'meluaskan' kebijakan lewat gerakan 'PSBB Skala Mikro'.

WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu pejabat publik yang aktif membagikan perkembangan terkini soal wabah virus Corona. Ridwan, lewat media sosialnya, sering membuka data-data perkembangan pandemi COVID-19 di Jawa Barat.

Seperti yang terbaru Ridwan merilis poin-poin evaluasinya terhadap pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di provinsinya. Diketahui Jabar menjadi wilayah kedua yang menjalankan PSBB dalam skala provinsi.


Lewat Twitter-nya, Ridwan menunjukkan beragam parameter yang berkesimpulan pada satu hal, yakni PSBB secara efektif menurunkan laju penyebaran COVID-19. Namun ia sempat memperkenalkan satu gerakan baru bertajuk "PSBB Skala Mikro". Apakah itu?

Secara ringkas, dapat dijelaskan PSBB skala mikro merupakan kebalikan dari PSBB skala provinsi. PSBB skala mikro ini kan dilakukan di desa dan kelurahan di Jabar demi memaksimalkan potensi kebijakan tersebut dalam melandaikan kurva wabah virus Corona.

"PSBB Jabar berhasil ilmiah mengurangi laju covid & laju pasien yg dirawat," cuit Ridwan. "Maka akan dimulai PSBB skala mikro di desa/kelurahan."

Lewat utas yang sama, Ridwan juga membeberkan poin-poin evaluasinya terhadap pelaksanaan PSBB di Jabar. Seperti misalnya PSBB yang diklaimnya bisa menurunkan indeks reproduksi virus.

"Pra PSBB di Jabar indeks reproduksi covid (Rt) sempat di angka 3. Artinya dlm sehari 1 pasien bisa menulari 3 orang. Pasca PSBB prov, indeks Rt turun 1/3 ke angka 1," cuit Ridwan, Selasa (19/5). "Menurut WHO jika selama 14 indeks tetap 1 atau kurang, maka situasi bisa disebut terkendali. #evaluasiPSBBJabar."

Ridwan lantas menyoroti soal tingkat kemacetan yang terjadi di Jabar sepanjang PSBB berlangsung. Menurutnya ada penurunan sampai 30 persen, meski ia tak menampik tingkat kemacetan ini naik lagi karena banyak warga yang langsung menyerbu pusat perbelanjaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Mantan Wali Kota Bandung itu juga menilai rata-rata kasus harian yang sebelum PSBB mencapai 40 kasus. Tetapi setelahnya ada penurunan hingga nyaris 50 persen setelah PSBB ditegakkan.

"Kurva melandai hampir setengahnya," lapor Ridwan dalam cuitannya. "Skg rata2 kasus hanya infeksi lokal yg sdh terlokalisir. Potensi gangguan adlh jika banyak OTG yg mudik berdatangan ke Jabar. #EvaluasiPSBBJabar."

Dengan semua bukti itu, Ridwan pun menyimpulkan bahwa pelaksanaan PSBB memberikan dampak positif terhadap penurunan laju penularan COVID-19 serta jumlah pasien yang dirawat. Kendati demikian, Ridwan mengaku akan memperpanjang masa PSBB Jabar. "Maka PSBB Prov Jabar DIPERPANJANG sd 29 Mei 2020 dg metoda proporsional," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts