Tegaskan Kedaulatan, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen Ajak Tiongkok Hidup Damai
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tsai mengatakan Tiongkok seharusnya mencari cara untuk bisa hidup damai berdampingan dengan Taiwan dan meminta Presiden Xi Jinping mau bekerja sama guna mengurangi ketegangan.

WowKeren - Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, resmi dilantik untuk menjabat di periode kedua, pada Rabu (20/5) waktu setempat. Dalam pidato pelantikan, Tsai menyinggung hubungan Taiwan dengan Tiongkok. Tsai kembali menegaskan bahwa wilayahnya tidak akan menjadi bagian dari Tiongkok dan dengan tegas menolak klaim kedaulatan negeri Tirai Bambu tersebut atas Taiwan.

Tsai lantas mengatakan bahwa Beijing seharusnya mencari cara untuk bisa hidup damai berdampingan dengan Taiwan. Presiden wanita tersebut juga membuka kembali peluang dialog dengan Tiongkok, dan meminta Presiden Xi Jinping mau bekerja sama guna mengurangi ketegangan.


"Kedua belah pihak harus mencari cara untuk hidup berdampingan dalam jangka panjang serta mencegah permusuhan dan perbedaan," kata Tsai seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (21/5).

Wanita 63 tahun itu kembali memenangkan pemilihan Presiden pada Januari. Selama masa kampanye, dia menyatakan akan melawan Tiongkok yang menganggap bahwa Taipei merupakan bagian dari negaranya dan akan menggunakan kekuatan untuk membuatnya tunduk pada pemerintahan Beijing.

"Di sini, saya ingin mengulangi kata-kata 'perdamaian, keseimbangan, demokrasi, dan dialog'. Kami tidak akan menerima tawaran Beijing soal 'satu negara, dua sistem' untuk menurunkan martabat Taiwan dan merusak status quo. Kami berdiri teguh dengan prinsip ini,” kata Tsai.

Untuk mendorong upaya lepas dari Tiongkok, Tsai mengatakan Taiwan telah melakukan upaya terbesar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Ia akan melanjutkan upaya-upaya tersebut.

"Kami bersedia untuk terlibat dalam dialog dengan Tiongkok dan memberikan kontribusi yang lebih konkret untuk keamanan regional," ujarnya.

Tiongkok menjawab bahwa reunifikasi atau penyatuan kembali tidak bisa dihindari. Beijing pun tidak akan pernah menolerir kemerdekaan Taiwan.

Menanggapi Tsai, Kantor Urusan Taiwan di Tiongkok mengatakan, Beijing akan tetap berpegang pada "satu negara, dua sistem" yang diterapkan Presiden Xi Jinping. "Kami memiliki kemauan kuat, keyakinan penuh, dan kemampuan yang memadai untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah," ujar pernyataan resmi.

Beijing menggunakan kebijakan "satu negara, dua sistem", yang seharusnya menjamin otonomi tingkat tinggi. Konsep ini diterapkan pada bekas koloni Inggris, yakni Makau serta Hong Kong yang kembali ke pemerintahan Tiongkok pada tahun 1999. Tiongkok telah menawarkan kesempatan sama ke Taiwan, meskipun semua partai-partai besar Taiwan telah menolaknya.

Tiongkok sendiri selalu memandang Tsai sebagai separatis yang berusaha untuk memerdekakan Taiwan. Tsai mengatakan, Taiwan adalah negara merdeka yang tidak ingin menjadi bagian dari Tiongkok.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts