Brasil Catat Rekor Corona Tertinggi 19 Ribu Kasus dalam Sehari
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan sebanyak 19,951 kasus baru yang terkonfirmasi pada Rabu (20/5). Hal ini sekaligus membuat Brasil menjadi negara ketiga dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia.

WowKeren - Brasil mencatat lebih dari 19 ribu kasus baru virus corona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir. Penambahan kasus baru ini menjadi rekor lonjakan harian tertinggi COVID-19 di negara tersebut. Hal ini sekaligus membuat Brasil menjadi negara ketiga dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia.

Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan sebanyak 19,951 kasus baru yang terkonfirmasi pada Rabu (20/5) waktu setempat. Melansir dari CNN, angka ini menambah total positif COVID-19 menjadi 291,579 kasus yang terkonfirmasi. Lonjakan ini memuncaki rekor sebelumnya yang ditetapkan Selasa (19/5).


Seiring melonjaknya kasus positif, angka kematian yang dilaporkan juga turut bertambah sebanyak 888 kasus pada Rabu (20/5). Total, Brasil mencatat 18,859 kematian akibat kasus infeksi virus corona.

Pada Senin (18/5) lalu, Brasil tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Rusia. Kendati tercatat sebagai negara ketiga tertinggi, Presiden Jair Bolsonaro terus mengabaikan ancaman COVID-19. Alih-alih mengendalikan, dia malah mengatakan bahwa karantina dan lockdown bisa berdampak buruk pada ekonomi Brasil.

Saat banyak gubernur berjuang untuk menerapkan langkah-langkah penekanan penyebaran di daerahnya masing-masing, Bolsonaro justru mendesak agar bisnis-bisnis berjalan kembali.

Presiden Jair Bolsonaro bahkan kerap berselisih dengan para gubernur negara bagian dalam beberapa pekan belakangan terkait aturan karantina wilayah. Ia menyebut bahwa penguncian wilayah justru menimbulkan lebih banyak kerugian dibandingkan penyakit COVID-19 sendiri.

"Akan ada titik di mana orang-orang yang lapar turun ke jalan," kata Bolsonaro, yang sebelumnya menyatakan pusat kebugaran dan salon sebagai layanan esensial sehingga bisa kembali beroperasi, di tengah silang pendapat itu.

Pada hari yang sama, Kementerian Ekonomi memprediksi bahwa perekonomian Brasil akan menyusut hingga 4,7 persen pada 2020 yang merupakan penurunan terbesar di negara itu sejak tahun 1900-an. Menurut kementerian, setiap satu pekan perpanjangan masa karantina wilayah di Brasil memakan biaya 20 miliar real Brasil, atau setara dengan Rp50 triliun.

Kendati demikian, Joao Doria, gubernur negara bagian Sao Paulo atau wilayah terpadat dan episentrum wabah di Brasil menyatakan tidak akan mematuhi peraturan yang dikeluarkan Bolsonaro. Setidaknya sepuluh gubernur negara bagian lainnya juga menyatakan keputusan serupa.

Di sisi lain, selama ini Jair Bolsonaro memang dikenal selalu menyampaikan pernyataan kontroversial terkait pandemi virus corona di negaranya. Bahkan Bolsonaro pernah mengatakan langkah-langkah jarak sosial tidak perlu dilakukan agar tak memberi dampak negatif terhadap ekonomi.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts