Kembali Memanas, Trump Salahkan Tiongkok Soal 'Pembunuhan Massal' Virus Corona
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menuding dan menyalahkan Tiongkok terkait wabah virus corona. Ia bahkan menyebutkan jika wabah tersebut sebagai 'pembunuhan massal di seluruh dunia'.

WowKeren - Pandemi corona (COVID-19) membuat hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali memanas. Apalagi setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengecam dan menyalahkan Tiongkok dengan menamakan pandemi corona sebagai "pembunuhan massal di seluruh dunia".

Kecaman Trump tersebut disampaikannya melalui akun Twitter resminya pada Rabu (20/5) pagi waktu setempat. Dalam kicauannya, Trump menyebut istilah 'wacko in China' yang menjadi retorika terbaru dari Gedung Putih untuk Tiongkok. "Itu adalah ketidakmampuan China. Tidak ada yang lain yang melakukan 'pembunuhan massal' di seluruh dunia ini," ujar Trump dalam cuitannya tersebut.

Tak hanya sekali, Gedung Putih kerap beberapa kali menuduhkan jika virus corona berasal dari laboratorium Tiongkok yang secara tidak sengaja muncul ke permukaan. Klaim itu dikeluarkan Gedung Putih tanpa ada bukti yang mendukung.

Tuduhan Trump tersebut tentunya mengundang amarah dari Negeri Tirai Bambu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam konferensi pers menegaskan bahwa pemerintah Tiongkok tetap menyajikan kebenaran dan berupaya melakukan yang terbaik untuk melindungi kesehatan rakyatnya.


"Kami tetap berbicara kebenaran, menyajikan kebenaran, dan berbicara dengan masuk akal, melakukan yang terbaik untuk melindungi kehidupan dan kesehatan rakyat," ucap Zao dilansir AFP, Jumat (22/5).

Dalam pernyataannya, Zao menegaskan kembali sikap Tiongkok yang selalu bersikap terbuka, transparan, dan bertanggung jawab saat memerangi pandemi. Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan yang terbaik dengan berupaya membuka kerja sama internasional untuk melawan corona.

Seperti yang diketahui, ketegangan antara dua negeri adikuasa tersebut terus meningkat sejak adanya pandemi virus corona yang pertama kali muncul di Kota Wuhan dan berakhir mempengaruhi kondisi ekonomi dunia.

Tiongkok juga sempat mendapat kecaman sebagai negara yang paling awal menghadapi pandemi. Virus ini telah merenggut lebih dari 325 ribu nyawa di seluruh dunia. Ketika virus mulai menyebar ke sejumlah negara dunia, beberapa pemerintahan termasuk AS dan Australia menyerukan penyelidikan asal usul virus corona.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts