Komnas Perempuan Kritik Imbauan Tunda Kehamilan di Tengah Pandemi COVID-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Komnas Perempuan menyoroti pesan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang meminta agar masyarakat tidak hamil sementara selama pandemi COVID-19 hanya bersifat sebagai imbauan bukan larangan.

WowKeren - Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani menyoroti pesan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang meminta agar masyarakat tidak hamil sementara selama pandemi COVID-19. Menurutnya pesan tersebut hanyalah bersifat imbauan dan bukan larangan.

BKKBN hanya mengimbau masyarakat untuk menunda kehamilan saat pandemi. "Berkenaan dengan imbauan BKKBN, imbauan ini tidak menggantikan kewajiban konstitusional. Tentunya, imbauan bukan berarti larangan," kata Andy dilansir CNNIndonesia, Jumat (22/5).


Meski begitu, Andy mengingatkan agar setiap pasangan yang memutuskan tidak ingin menunda kehamilan mesti memperhatikan sejumlah hal. Terutama tentang perencanaan di tengah pandemi seperti saat ini.

Pasalnya, kebijakan pencegahan penyebaran virus corona bisa menyebabkan terbatasnya akses menuju layanan kesehatan. Situasi ini dapat menimbulkan sejumlah kekhawatiran yang dapat berpengaruh pada kondisi ibu dan janin.

"Pertimbangan tersebut memungkinkan pasangan untuk mengantisipasi dengan lebih baik kondisi-kondisi yang kelak dihadapi saat memutuskan untuk tidak menunda kehamilan di masa pandemi," terang Andy. "Sebaliknya, imbauan ini dapat disikapi sebagai sosialisasi perencanaan kehamilan guna membangun keluarga tangguh."

Selain itu, ia juga turut mengingatkan jika perempuan hamil, melahirkan, dan menyusui perlu mendapatkan perhatian khusus di masa pandemi ini. Mereka membutuhkan layanan kesehatan reproduksi yang mudah diakses, berkualitas, serta mengacu pada panduan ketat untuk menekan risiko terpapar virus SARS-CoV-2.

"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memastikan layanan kesehatan reproduksi ini tersedia, disertai dengan dukungan untuk asupan gizi bagi perempuan miskin yang sedang hamil dan menyusui," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo telah memperkirakan adanya gelombang baby boom di tengah wabah karena adanya penurunan peserta KB pada bulan Maret 2020. Ia pun akhirnya mengeluarkan imbauan untuk menunda kehamilan di masa pandemi.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts