Kasus Corona di Jatim Melonjak, Sebagian Berasal dari Klaster Baru Rumah Sakit
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Selain dari klaster yang sudah ada, banyaknya angka positif corona di Jawa Timur juga disebabkan oleh banyaknya warga yang melakukan perjalanan ke luar kota hingga luar negeri.

WowKeren - Kasus positif COVID-19 di Jawa timur mengalami lonjakan hingga menuai sorotan. Meski lonjakan kasus ini berasal dari klaster lama namun Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim menyebut ada klaster baru yakni klaster rumah sakit.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr Kohar Hari Santoso menyebutkan jika 20 pasien di antaranya merupakan tenaga kesehatan.


"Memang yang ada ini penambahan dari klaster-klaster yang sudah ada, yang baru hanya klaster dari rumah sakit," kata Kohar di Surabaya, Kamis (21/5). "Ada dari tenaga kesehatan yang kemudian ada positif COVID-19 sebanyak 20."

Sementara itu, perhitungan rincinya adalah 12 di antaranya tenaga kesehatan, 4 dokter, dan 3 dokter spesialis. "Dari 20 di mana 12 di antaranya tenaga kesehatan, 4 adalah dokter bahkan 3 di antara itu (dokter) spesialis," ungkap Kohar.

Meski demikian, Kohar menyebut jika para tenaga kesehatan ini sebagian besar tidak menangani pasien corona secara langsung. "Tapi bukan dia menolong COVID-19 secara langsung, tapi karena dia melakukan kegiatan pelayanan di tempat lain," imbuhnya.

Selain dari klaster yang sudah ada, banyaknya angka positif corona di Jawa Timur juga disebabkan oleh banyaknya warga yang melakukan perjalanan ke luar kota hingga luar negeri. "Kemudian yang lainnya adalah masuk dalam penambahan klaster yang sudah ada. Memang ada satu yang kita bisa kelompokkan adalah kelompok yang melakukan perjalanan ke luar negeri," pungkas Kohar.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi menyebut jika penambahan signifikan kasus corona di Jatim tak lepas dari kegiatan mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi udara. di Bandara Internasional Juanda misalnya, grafik mobilitas kian meningkat dari hari ke hari.

"Per hari bisa 1.400-1.500 penumpang," kata Joni di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (21/5). "Walaupun sudah dilakukan screening, tapi ini juga bagian dari faktor yang bisa menaikkan jumlah kasus COVID-19 di Jatim."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts