Ilmuwan Imbau Masyarakat Tak Bergantung Pada Vaksin Corona, Ini Alasannya
Reuters/Bing Guan
Health
Pandemi Virus Corona

Di sisi lain, jumlah kasus positif COVID-19 di seluruh dunia kini telah menembus angka 5 juta lebih. Melansir situs worldometer pada Jumat (22/5), pasien positif COVID-19 telah mencapai 5.231.190 orang.

WowKeren - Ilmuwan terkemuka Amerika Serikat menyatakan bahwa masyarakat dunia sebaiknya tidak mengandalkan vaksin COVID-19 yang kini masih dikembangkan. Menurut peneliti terkemuka di bidang genom manusia, kanker, dan HIV/AIDS, William Haseltine, pendekatan yang paling baik dalam menghadapi pandemi adalah mengelola penyakit melalui penelusuran infeksi dan langkah-langkah isolasi yang ketat.

Haseltine mengakui bahwa vaksin memang bisa dikembangkan, namun menyebut bahwa dirinya tidak akan mengandalkan hal tersebut. Ia pun mendesak agar orang-orang terus menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga kebersihan, dan juga menjaga jarak.


"Jangan dengarkan politisi yang mengatakan bahwa kita akan memilikinya (vaksin COVID-19) saat mereka terpilih kembali," tutur Haseltine dilansir The Guardian pada Jumat (22/5). "Karena setiap kali orang-orang mencoba membuat vaksin, seperti untuk SARS dan Mers, vaksin itu sebenarnya tidak melindungi."

Menurut Haseltine, vaksin yang sebelumnya telah dikembangkan untuk tipe virus corona lain telah gagal melindungi selaput lendir di hidung yang menjadi tempat masuk virus ke dalam tubuh. Dia juga mengatakan bahwa tes vaksin COVID-19 pada hewan telah mampu mengurangi jumlah virus dalam organ seperti paru-paru, tapi tak menghentikan penularannya.

Selain itu, Haseltine juga mengkritik bahwa AS dan negara-negara lain tidak cukup keras dalam mengisolasi warganya agar tidak terpapar virus. Meski demikian, ia memuji usaha penanganan COVID-19 di Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan.

Sedangkan terkait obat, sejumlah pasien COVID-19 kini telah mendapatkan plasma antibodi yang disumbangkan oleh orang-orang yang pulih dari penyakit tersebut. Haseltine menyebut bahwa pembuat obat saat ini sedang bekerja memproduksi versi serum yang lebih sempurna.

Di sisi lain, jumlah kasus positif COVID-19 di seluruh dunia kini telah menembus angka 5 juta lebih. Melansir situs worldometer pada Jumat (22/5), pasien positif COVID-19 telah mencapai 5.231.190 orang.

Dari jumlah tersebut, 335.584 dilaporkan meninggal dunia. Namun, 2.104.008 pasien COVID-19 telah dinyatakan sembuh.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts