Curhat Warga yang Nekat Berdesakan di Pasar Saat Pandemi Corona, Akui Sebenarnya Takut Hingga Pasrah
Twitter/RadioElshinta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa pergerakan dan aktivitas sosial masyarakat untuk berada di luar rumah tidak bisa dilarang sepenuhnya saat PSBB, termasuk ke pasar.

WowKeren - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah pasar kembali dipadati oleh penjual dan pengunjung. Salah satunya adalah Pasar Kebayoran lama di Jakarta Selatan.

Diketahui, DKI Jakarta baru saja menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III mulai Jumat (22/5) hari ini untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19). Namun warga justru terpantau tetap berdesakan di Pasar Kebayoran Lama.

Salah seorang pengunjung bernama Yuli yang datang untuk membeli kebutuhan Lebaran pun membagikan pandangannya. Yuli sendiri sebenarnya mengaku takut akan pandemi corona.

"Sebenarnya takut juga, habis gimana karena kebutuhan juga," tutur Yuli dilansir detikcom pada hari ini. Ia mengaku memilih mendatangi Pasar Kebayoran Lama lantaran tempat tersebut cukup memudahkannya mencari barang yang dicari. "Karena ada pasar tradisional-modern jadi dia enggak pakai repot ke sana-kemari," ungkapnya.


Hal senada juga diungkapkan oleh warga bernama Wisniatih. Ia mendatangi Pasar Kebayoran Lama untuk membeli kebutuhan Lebaran meski pun sudah mengetahui adanya larangan berkerumun semasa pandemi corona.

Wisniatih mengaku hanya bisa pasrah. "Mengenai itu, ya, saya pasrah aja sama Allah, yang penting ikuti anjuran pemerintah jaga kesehatan, cuci tangan," ujar Wisniatih.

Pemerintah pusat sendiri telah memberikan tanggapan terkait keramaian di beberapa pasar di daerah yang menerapkan PSBB. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa pergerakan dan aktivitas sosial masyarakat untuk berada di luar rumah tidak bisa dilarang sepenuhnya saat PSBB, termasuk ke pasar.

"Pergerakan sosial, aktivitas sosial keluar rumah, berada di lingkungan, berada di pasar, berada di tempat-tempat pertumbuhan ekonomi misalnya, kemudian melintas batas pemerintahan," kata Yuri pada hari ini. "Ini menjadi sesuatu yang tidak mungkin untuk kemudian dicegah sepenuhnya."

Meski demikian, Yuri mengingatkan bahwa penularan COVID-19 akan terus bergerak seiring dengan pergerakan masyarakat. Oleh sebab itu, upaya pencegahan penyebaran virus corona ini juga perlu kerja sama dan koordinasi yang baik antardaerah.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts