Viral Prank Pocong Sampai Pasien Corona Kabur Usai Banyak Warga Bandel Langgar PSBB
SerbaSerbi
PSBB Corona

Baru-baru ini sejumlah pihak mengambil langkah 'prank' untuk memberi edukasi terhadap masyarakat yang mulai bandel melanggar protokol kesehatan penanganan wabah Corona.

WowKeren - Baru-baru ini publik dibuat meradang dengan banyaknya pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pasalnya diketahui wabah virus Corona di Indonesia belum teratasi namun masyarakat tampak tak lagi memedulikan dan tetap mobilitas tinggi.

Fenomena ini pun menuai beragam respons dari masyarakat. Termasuk diantaranya sejumlah warganet yang "berkonspirasi" membuat ide prank pasien positif Corona kabur sehingga menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat yang bandel melanggar protokol kesehatan.


"Bikin prank keknya bagus nih. Pakai APD lengkap trus ke mall yang rame gitu sambil teriak 'ORANGNYA TADI LARI KESINI, CEPET CARI!!'" ujar salah seorang warganet Facebook. Ia turut menyertakan meme yang menunjukkan bandelnya masyarakat Indonesia hanya bisa diatasi dengan solusi yang "Indonesia banget" seperti prank.

Viral Prank Pocong Sampai Pasien Corona Kabur Usai Banyak Warga Bandel Langgar PSBB

Facebook/Twitter

Ajakan prank ini turut meramaikan lini masa Twitter dan menuai banyak komentar. Menariknya warganet berbondong-bondong menyepakati rencana prank tersebut.

Namun ternyata ajakan prank ini sedikit "basi" karena otoritas medis DI Yogyakarta sudah melakukannya terlebih dahulu. Bukan sebagai prank, mereka rupanya menjalani simulasi seandainya ada pasien yang benar-benar kabur dari fasilitas medis.

"Pemda DIY telah melakukan konfirmasi kepada pihak terkait mengenai kabar pasien Covid-19 yang diduga melarikan diri," beber Humas Pemda DIY, Kamis (21/5). "Dipastikan hal itu adalah simulasi yang dilakukan aparat untuk mengedukasi warga agar mengindahkan protokol kesehatan dari pemerintah. @satpolppdiy."

Twitter

Prank serupa pun ternyata disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebab pemda setempat baru saja menarik perhatian publik dengan menggunakan mobil pelat merah bertuliskan Dinhub Kab. Banjarnegara sembari membawa peti jenazah dan pocong jadi-jadian berkacamata hitam berkeliling kota.

Pada peti itu terdapat tulisan "Peti Jenazah Corona". Sedang pengemudi mobil tersebut adalah petugas pemerintahan setempat yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono pun membenarkan kejadian viral tersebut. Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas warga dalam beberapa waktu terakhir.

"Ini merupakan salah satu upaya sosialisasi terkait bahaya Corona," ujar Budhi, Jumat (22/5). "Masyarakat harus memahami risiko dari virus ini. Jangan sampai kita takabur, apalagi kita ini orang beragama."

Budhi menuturkan sosialisasi semacam ini sengaja dilakukan di sejumlah tempat keramaian untuk memberikan edukasi bagi masyarakat. "Ancaman ini nyata adanya kalau masih tetap tidak memperhatikan. Harapannya peti mati ini jangan sampai digunakan," tutur Budhi, seperti dikutip dari Detik News, Sabtu (23/5).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts