Terancam Gelombang Kedua Wabah Corona, Tiongkok Kini Konfirmasi Nol Kasus Baru
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sejumlah negara mulai dihantui dengan potensi terjadinya gelombang kedua wabah virus Corona menyusul adanya peningkatan jumlah kasus positif. Padahal sebelumnya wabah sudah terkendali di sana.

WowKeren - Diketahui Tiongkok tengah dihantui potensi terjadinya gelombang kedua wabah virus Corona. Ketakutan ini muncul pasca Wuhan dan daerah-daerah yang semula sudah bebas kasus Corona mengonfirmasi kembali pasien positif di sana.

Tetapi tampaknya kekhawatiran ini bisa agak dilonggarkan. Pasalnya, dilansir dari laporan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC), tercatat tak ada kasus baru yang dikonfirmasi pada Jumat (22/5) kemarin. Kondisi ini merupakan yang pertama kali sejak pandemi dimulai di Wuhan pada akhir tahun lalu.


NHC menuturkan ada penurunan jumlah kasus, dimana pada Kamis (21/5) dikonfirmasi adanya 4 pasien positif COVID-19 baru. Kendati demikian, NHC juga membenarkan adanya 2 pasien yang diduga terinfeksi Corona, yakni 1 kasus impor di Shanghai dan 1 kasus transmisi lokal di Jilin.

Selain itu, Tiongkok juga mencatatkan penurunan dari segi jumlah kasus asimptomatik alias tak bergejala. Yakni dari 35 kasus turun ke 28 pada Kamis (21/5), seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (23/5).

Kabar bahagia lain juga disampaikan oleh NHC. Selain nol kasus konfirmasi baru, NHC juga mencatat tak ada pasien meninggal akibat COVID-19 pada Jumat (22/5) kemarin.

Saat ini Tiongkok memang masih belum benar-benar terbebas dari wabah virus Corona. Namun bukan kasus transmisi lokal, Tiongkok dibuat kalang-kabut dengan kasus impor yang mencapai 1.711 orang hingga Jumat kemarin.

Namun sebanyak 1.670 pasien dikonfirmasi sudah sembuh. Di sisi lain, tercatat ada 370 pasien asimptomatik yang hingga saat ini masih dalam tahap perawatan medis. Tiongkok memang memiliki kebijakan memisahkan pelaporan pasien positif dengan dan tanpa gejala.

Sementara itu, pemerintah Tiongkok juga sudah ancang-ancang hendak melakukan tes massal terhadap 11 juta warganya. Pasalnya kasus COVID-19 di wilayah itu dilaporkan kembali mengalami peningkatan.

Sedangkan di Provinsi Jilin yang berbatasan dengan Korea Utara bahkan langsung menerapkan lockdown. Sebab otoritas setempat mengonfirmasi adanya klaster baru penyebaran wabah virus Corona.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts