Penumpang Selamat Beri Kesaksian Soal Kecelakaan Pesawat Pakistan, Klaim Tidak Ada Tanda Kerusakan
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Penumpang selamat tersebut tidak menyangka bahwa pesawat yang ditumpanginya akan jatuh. Menurutnya, pesawat itu melakukan penerbangan dengan sangat mulus dan tidak ada tanda-tanda kerusakan.

WowKeren - Seorang penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat Pakistan International Airlines (PIA) Airbus A320, Muhammad Zubair, buka suara soal kejadian tragis tersebut.

Dalam keterangannya, Zubair mengaku melihat kobaran api ketika pesawat terjatuh. Zubair yang menderita luka ringan mengatakan, pesawat mencoba untuk melakukan pendaratan, tetapi sekitar 10-15 menit kemudian terjatuh.


Zubair mengaku tidak menyangka bahwa pesawat yang ditumpanginya akan jatuh. Dia mengatakan, pesawat tersebut melakukan penerbangan dengan sangat mulus dan tidak ada tanda-tanda kerusakan. Ketika pesawat jatuh, Zubair tidak dapat melihat orang-orang di sekelilingnya karena pesawat dipenuhi oleh asap. Dia hanya bisa mendengar teriakan para penumpang dari segala penjuru.

"Tidak ada yang tahu bahwa pesawat itu akan jatuh, mereka menerbangkan pesawat dengan mulus. Saya mendengar teriakan dari segala arah, anak-anak dan orang dewasa. Yang bisa saya lihat hanyalah api, saya tidak bisa melihat orang-orang di sekitar saya, saya hanya mendengar teriakan mereka," ujar Zubair.

Ia kemudian berhasil keluar dari pesawat karena melihat sebuah cahaya. Dia membuka sabuk pengaman dan berjalan ke arah cahaya tersebut, kemudian melompat dari ketinggian sekitar tiga meter untuk menyelamatkan diri.

"Saya membuka sabuk pengaman dan melihat beberapa cahaya, saya pergi ke arah cahaya. Saya harus melompat sekitar tiga meter untuk mendapatkan keselamatan," kata Zubair, dikutip dari BBC pada Sabtu (23/5).

Pakistan International Airlines dengan nomor penrbangan PK8303 mengangkut 91 penumpang dan delapan awak. Sebagian besar penumpang merupakan keluarga yang bepergian menjelang libur Idulfitri. Pesawat tersebut terbang dari Lahore dan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Jinnah, Karachi pada pukul 14.30 waktu setempat.

Seorang saksi mata, Mohammed Uzair Khan, mengatakan dia mendengar suara ledakan besar dan bergegas keluar rumah. Menurutnya, empat rumah hancur total karena tertimpa pesawat. "Empat rumah hancur total, banyak api dan asap. Mereka adalah tetangga saya, ini sangat mengerikan," ujar Khan.

Sebuah audio yang diklaim sebagai percakapan antara kontrol lalu lintas udara dan seorang pilot PIA diterbitkan oleh media Pakistan. Dalam rekaman tersebut, pilot terdengar mengatakan bahwa pesawat itu mengalami kerusakan mesin.

Hingga saat ini tim investigasi masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat tersebut, dengan memeriksa kotak hitam. Pihak berwenang telah mengkonfirmasi 97 kematian, dan 19 di antaranya telah diidentifikasi.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Judha Nugraha, mengatakan jika mereka masih menggali informasi terkait keberadaan WNI dalam kecelakaan nahas tersebut. "KJRI Karachi saat ini sedang mencari informasi dari otoritas setempat mengenai kemungkinan adanya penumpang WNI," kata Judha Nugraha.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts