Malam Lebaran, Keramaian Pasar Surabaya Ini Bikin Ngeri Usai Warga Kompak Acuhkan PSBB
Twittert/ainnur_rofiq
Nasional
PSBB Corona

Malam lebaran, penampakan di sejumlah Pasar Surabaya membuat ngeri lantaran warga nekat melebur berdesak-desakan dan mengacuhkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

WowKeren - Umat Islam saat ini tengah bersiap akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh pada Minggu (23/5). Namun, bulan Ramadhan tahun ini memang terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya lantaran adanya pandemi virus corona (COVID-19).

Imbas pandemi corona, sejumlah wilayah di Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satunya adalah PSBB Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.


Meski demikian, rupanya masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan PSBB di tengah pandemi. Hal ini terlihat dari banyaknya pasar di Surabaya yang masih terlihat begitu ramai menjelang Lebaran.

Berdasarkan pantauan dari akun Twitter Radio Suara Surabaya pada Sabtu (23/5) pukul 20.00 WIB, ada empat lokasi yang terlihat begitu padat di malam Lebaran ini. Keempatnya adalah Pasar Simo yang terpantau macet, lalu Frontage Road Siwalankerto terpantau padat, kemudian Pasar Sepanjang juga macet, dan yang terakhir adalah Pasar Gresikan.

Pasar Ramai

Twitter

Pukul 20.07 WIB: 1.Pasar Simo MACET; 2.Frontage road Siwalankerto - Korem padat,” tulis akun Twitter Radio Suara Surabaya, Sabtu (23/5). “3.Pasar Sepanjang MACET; 4.Pasar Gresikan MACET. (odp-rt).”

Dalam foto tersebut, terlihat bagaimana mengerikannya kepadatan yang terjadi di Pasar Gresik. Warga terlihat berdesak-desakan di sekitar pasar hingga jalanan dan mengacuhkan aturan physical distancing.

Pasar Ramai2

Twitter

Bahkan dalam laporannya, akun Twitter ini memberi kategori masyarakat yang berada di Pasar Gresik tersebut sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Pasalnya, situasi dalam pasar tersebut sangat berpotensi menciptakan klaster penyebaran COVID-19.

Pemandangan tersebut tentunya cukup memprihatinkan. Terlebih, saat ini provinsi Jawa Timur berada di peringkat kedua sebagai pusat penyebaran virus corona terbesar di Indonesia. Kota Surabaya menjadi penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di provinsi Jawa Timur saat ini.

Dilansir dari laman infocovid19.jatimprov.go.id hingga Sabtu (23/5), telah ada 3.258 kasus corona di Jatim. Surabaya menjadi penyumbang kasus terbanyak dimana sebanyak 1.617 orang dinyatakan terinfeksi COVID-19.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts