3.000 Lebih Anak di Indonesia Berstatus PDP Corona, Pemerintah Bahas Usia Rentan Terpapar
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membeberkan jumlah anak-anak yang terpapar virus Corona (COVID-19). Pemerintah langsung menanggapi data dari yang diungkap tersebut.

WowKeren - Hingga saat ini Indonesia masih berada di masa pandemi Corona. Wabah virus Corona (COVID-19) ini menyerang segala usia, termasuk anak-anak. Tercatat ada 3.324 anak di RI yang berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terkait Corona, seperti diungkap oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Namun sejauh ini pemerintah belum bisa menyamakan data milik IDAI dengan yang tercatat di Pemda. "Itu data mereka, saya kan nggak mungkin salahkan data mereka, mereka yang menghitung sendiri, data (Corona pemerintah) ada di provinsi," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto pada wartawan, Sabtu (23/5) seperti dilansir dari DetikNews.


IDAI melaporkan 128 anak berstatus PDP meninggal, 584 anak terkonfirmasi positif COVID-19 dan 14 anak meninggal. Dengan adanya data dari IDAI tersebut, Yuri meminta semua pihak menjaga kesehatan selama pandemi Corona, tanpa memandang usia. Ia menyebut usia berapapun bisa terinfeksi COVID-19, namun yang paling rentan adalah usia muda hingga 45 tahun.

"Kepada semua (bisa terpapar Corona), semua umur. Nah, yang paling rentan terinfeksi ya kelompok usia muda itu sampai dengan umur 45 tahun, karena apa? Dia yang berada di luar rumah," jelas Yuri. "Yang parah itu yang punya komobird, tapi kalau yang terinfeksi paling banyak ya.. coba saja yang meninggal, sekarang kan yang paling banyak yang terinfeksi sama yang sembuh, artinya yang terinfeksi bukan hanya yang komorbird aja."

Hingga 18 Mei kemarin, IDAI mengungkap ada 3.324 anak PDP Corona, 129 anak berstatus PDP meninggal, 584 terkonfirmasi positif COVID-19 dan 14 meninggal dunia akibat Corona. Dari data tersebut menunjukkan bahwa tidak benar anak tidak rentan terhadap COVID- 19.

"Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia tinggi dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap COVID-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja," kata Ketua Umum IDAI, Aman B Pulungan, dalam keterangan resminya di website IDAI, Sabtu (23/5).

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts