Salon Buka Kala Pandemi, Tukang Cukur Tulari Corona Ke 91 Orang Di AS
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah izinkan usaha untuk dibuka, seorang tukang cukur langsung menularkan virus corona ke 91 pelanggan yang berkunjung ke salon. Bagaimana kronologinya?

WowKeren - Amerika Serikat (AS) saat ini menjadi negara dengan kasus virus corona (COVID-19) tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari badan statistik Worldometers hingga Minggu (24/5), AS telah memiliki lebih dari 1,6 juta kasus. Lebih dari 335 ribu pasien dinyatakan sembuh dan lebih dari 97 ribu orang meninggal dunia akibat COVID-19.

Meski penyebaran virus corona di AS masih tak terkendali, namun beberapa negara bagian AS telah mengizinkan sejumlah bisnis masyarakat dibuka kembali. Namun kebijakan ini rupanya berujung dengan tragedi.


Seorang penata rambut di Missouri, AS telah membuka usaha salon miliknya di tengah pandemi. Ia tidak menyadari jika dirinya telah terinfeksi virus corona. Akibatnya, penata rambut ini telah menularkan virus COVID-19 ke 91 orang.

Kabar ini diungkapkan oleh pejabat kesehatan setempat pada Sabtu (23/5). Diketahui jika penata rambut ini sudah bekerja selama 8 hari di bulan ini mulai 12 Mei hingga Rabu (20/5) lalu. Hal ini terjadi setelah usaha seperti tukang cukur dan salon rambut diizinkan beroperasi di negara bagian Missouri.

Direktur Departemen Kesehatan Springfield-Greene, Clay Goddard mengatakan jika sebelumnya dilaporkan sebanyak 84 pelanggan yang terpapar virus corona telah berinteraksi dengan seorang penata rambut di salon Great Clips. Penata rambut ini juga menulari tujuh rekan kerjanya di salon tersebut.

”Pekerja dan klien mereka mengenakan masker,” ujar Departemen Kesehatan Springfield-Greene dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari CNN, Minggu (24/5). “Ke-84 klien yang berpotensi langsung terpapar (virus) akan diberitahu oleh Departemen Kesehatan dan akan ditawari pengujian, seperti halnya tujuh rekan kerja penata rambut (yang terinfeksi itu).”

Pihak departemen kesehatan mengaku masih belum mengetahui kapan penata rambut tersebut dinyatakan positif COVID-19. Namun, diyakini jika penata rambut tersebut terinfeksi virus corona saat bepergian.

Beruntung, para pelanggan yang terpapar virus corona mudah dilacak oleh petugas kesehatan setempat. Hal ini berkat kebiasaan penata rambut yang selalu menyimpan catatan info pelanggan dengan baik.

Pejabat kesehatan juga merinci semua tempat yang dikunjungi si penata rambut, termasuk Dairy Queen setempat, Walmart, dan apotek CVS. Masyarakat yang telah pergi ke tempat-tempat tersebut diminta untuk segera memeriksakan diri demi memastikan tertular virus corona atau tidak.

”Keselamatan pelanggan Great Clips dan penata rambut di salon adalah prioritas utama kami,” kata pemilik salon Great Clips. “Dan sanitasi yang baik selalu menjadi praktik penting di industri tata rias di salon Great Clips.”

”Kami telah menutup salon tempat karyawan bekerja,” sambung pemilik salon Great Clips. “Dan saat ini sedang menjalani sanitasi tambahan dan pembersihan menyeluruh.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts