Adik Via Vallen Positif Corona Meski Nonreaktif Rapid Tes, Jawaban Pemerintah Mengejutkan
Selebriti
Seleb vs Corona

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan Juru Bicara COVID-19 ikut mengomentari kasus adik Via Vallen yang positif Corona. Keduanya membongkar fakta dibalik hasil rapid tes yang nonreaktif.

WowKeren - Via Vallen sempat keheranan soal hasil tes swab adiknya, Apin, yang dinyatakan positif Corona. Padahal saat rapid tes, Apin sebenarnya dinyatakan nonreaktif oleh pihak rumah sakit.

Via awalnya cerita kalau sang adik mengalami cedera di kepala dan mimisan. Ketika diperiksa, terkuak kalau Apin menderita pneumonia. Via yang khawatir lantas mendesak Apin untuk menjalani tes swab meski hasil rapid tes negatif. Setelah dirayu oleh Via, sang adik bersedia menjalani tes swab tersebut.


"Krn salah satu gejala corona adalah pneumonia, dirumah jg ada orang tua yg sakit Jadi untuk memastikan semuanya beneran baik2 ajaa, aku bawa dia rapid ke rs rujukan #covid19 dan hasilnya NON REAKTIVE," kata Via. "Aku tanya ada lg tes buat mastiin corona ga? Kata beberapa suster disana ada swab, tp ini ga perlu krn rapidnya sudah akurat Eman uangnya mbakk, swab mahal lohh dan hasilnya lama. Krn aku pengen memastikan 100 persen dia baik2 aja, ya aku maksa aja dia swab dgn ngejanjiin klo hasilnya negatif aku kasih uang jajan krn sebenenya dia ga mau di swab Akhirnya dia mau... Setelah menunggu 10 harii, ternyata hasilnya POSITIF."

Disisi lain, pemerintah mengungkap fakta mengejutkan soal rapid tes. Ternyata, fakta hasil rapid tes tidak akurat memang sering terjadi.

"RT (rapid test) sering tidak akurat. Tes PCR swab 97 persen akurat," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo kepada detikcom, Senin (25/5). "Mungkin karena belum punya mesinnya (mesin tes swab)."

Juru bicara pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto juga sepaham dengan Doni. Yuri mengungkap kalau tingkat sensitivitas rapid test rendah bahkan menunjukkan hasil tes "negatif palsu".

"Sensitivitas rapid test rendah," kata Yuri. "Negatif palsu sering terjadi saat infeksi masih < 6-7 hari. Bukan hanya adik Via Vallen yang punya cerita seperti ini, karena tubuh belum mampu memberi respons keberadaan virus (imunoglobulin M) belum terbentuk, padahal virusnya sudah ada. Mestinya diulang 10 hari lagi atau langsung swab."

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts