Wabah Corona Mengganas, DPRD Surabaya Usul ODP-PDP Ditandai Dengan Gelang Warna-Warni
Reuters/Willy Kurniawan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Surabaya dikhawatirkan akan menjadi episentrum baru pandemi COVID-19 menyusul makin meluasnya penyebaran penyakit. DPRD Surabaya pun mengusulkan adanya tanda berupa gelang warna-warni.

WowKeren - Jawa Timur, tepatnya Surabaya, menjadi salah satu daerah dengan laju penyebaran wabah virus Corona terburuk di Indonesia. Dan di tengah situasi pandemi yang belum sepenuhnya terkendali, skenario "new normal" justru gencar digaungkan dan mendorong masyarakat untuk hidup selayaknya kondisi sebelum ada wabah namun diiringi kewaspadaan lebih tinggi.

Diperlukan kesadaran tinggi agar warga yang masuk dalam kategori terdampak Corona, entah sebagai orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP), untuk mengisolasi diri. Dan agar pengawasan bisa ditingkatkan, DPRD Kota Surabaya pun mengusulkan agar para ODP dan PDP diberi tanda berupa gelang berwarna.


Sedianya ODP akan diberikan tanda berupa gelang berwarna kuning, sementara PDP ditandai dengan gelang merah. Nantinya warga yang sehat pun akan mendapatkan gelang yang sama namun berwarna hijau.

Adalah Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony, yang menyarankan demikian. "Pemberian tanda pada setiap warga perlu dilakukan untuk memudahkan pengawasan dan penindakan COVID-19," kata Thony di Surabaya, Senin (25/5), seperti dilansir dari Antara.

Harapannya dengan gelang berwarna itu, tak ada lagi kejadian ODP dan PDP berkeliaran di tengah masyarakat dan berpotensi menyebarkan virus Corona. Nantinya warga normal, yang ditandai dengan gelang hijau, diperkenankan untuk keluar dan bekerja supaya roda perekonomian tetap berjalan lancar.

Sedangkan warga dengan gelang kuning alias ODP harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Selama masa isolasi itu sang ODP juga waji menerima bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya, berupa makanan, vitamin, suplemen, dan lainnya.

Selain itu, untuk warga yang mengenakan gelang merah atau PDP harus menjalani perawatan di rumah sakit. Di sana ia akan mendapatkan penanganan kuratif sesuai dengan tingkat kegawatan yang dialami.

Pada kesempatan yang sama, politikus Partai Gerindra itu juga meminta agar dilakukan tes COVID-19 massal sehingga bisa bisa segera diambil tindakan. Selain itu, Thony juga menyarankan supaya ada ruang isolasi massal di setiap kampung yang pelaksanaannya diawasi oleh otoritas kesehatan setempat.

Thony juga menyampaikan pandangannya soal pemakaman jenazah pasien Corona. Harapannya ada edukasi protokoler pemakaman jenazah di setiap kelurahan dengan metode yang aman.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts