Bukan Corona, Anak Usia di Bawah 2 Tahun Disarankan Tak Pakai Masker Akibat Bahaya Ini
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemakaian masker demi menghindari penularan virus corona sudah diwajibkan. Namun Asosiasi Pediatrik Jepang menilai anak berusia kurang dari 2 tahun tak perlu pakai masker.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mewajibkan masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia untuk memakai masker. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko tertular virus corona atau COVID-19.

Akan tetapi, pemakaian masker untuk anak-anak yang masih berusia di bawah 2 tahun justru tak disarankan. Pasalnya aliran pernapasan anak-anak berusia kurang dari 2 tahun bisa terhambat jika memakai masker. Hal ini dikhawatirkan akan memperbesar risiko anak-anak di bawah usia 2 tahun tersedak.


Berdasarkan pendapat Asosiasi Pediatrik Jepang, pemakaian masker juga akan memperberat kerja jantung anak-anak berusia di bawah 2 tahun. Hal tersebut tentunya bisa fatal lantaran mereka berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung.

"Masker dapat menyebabkan kesulitan bernapas karena anak balita memiliki aliran udara yang sempit, sehingga akan memperberat kerja jantung mereka," bunyi pernyataan resmi dari laman Asosiasi Pediatrik Jepang seperti dilansir Reuters pada Selasa (26/5). "Penggunaan masker juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung bagi mereka."

Lebih lanjut, Asosiasi Pediatrik Jepang mengajak masyarakat terutama orangtua yang memiliki balita untuk tak memakaikan masker kepada anak-anak mereka. "Oleh karena itu, mari hentikan penggunaan masker untuk anak di bawah usia dua tahun," sambung Asosiasi Pediatrik Jepang.

Begitu pula dengan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) dan Akademi Pediatrik Amerika Serikat yang berpendapat sama dengan Asosiasi Pediatrik Jepang. Mereka menilai anak di bawah usia dua tahun tak perlu memakai pelindung wajah.

Sementara itu, Asosiasi Pediatrik Jepang mengamati bahwa kasus positif COVID-19 yang menginfeksi anak-anak dan balita tergolong kecil. Tak hanya itu, kasus anak-anak dan balita yang tertular dari anggota keluarga maupun sekolah juga masih sedikit.

(wk/evaa)

You can share this post!

Related Posts