Ribuan Dokter di Mesir Klaim Pemerintah Gagap Tangani Corona dan Telantarkan Tenaga Medis
Dunia
Pandemi Virus Corona

Serikat tenaga medis EMS menyoroti meningkatnya kasus infeksi dan kematian akibat COVID-19 di kalangan dokter. Hal itu disebabkan minimnya pasokan peralatan medis serta tak memadainya ruang perawatan.

WowKeren - The Egyptial Medical Syndicate (EMS), serikat pekerja yang beranggotakan ribuan dokter, menuding Pemerintah Mesir telah lalai dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19) di negara tersebut.

EMS menyoroti meningkatnya kasus infeksi dan kematian akibat COVID-19 di kalangan dokter. Hal itu disebabkan minimnya pasokan peralatan medis serta tak memadainya ruang perawatan. Menurut EMS, telah ada 19 dokter yang meninggal akibat virus corona. Sementara sekitar 350 lainnya diduga terinfeksi.


"(EMS) menganggap kementerian kesehatan (Mesir) sepenuhnya bertanggung jawab atas meningkatnya kematian dan infeksi di kalangan dokter karena kelalaiannya," kata pernyataan pihak EMS, dikutip laman Al Araby pada Kamis (28/5) waktu setempat.

Jika tindakan terhadap staf dan pekerja medis tak diperbaiki, EMS menyebut akan terjadi bencana dan seluruh masyarakat harus menanggung akibatnya. Hal itu dapat mengarah ke hancurnya sistem kesehatan.

Disebutkan pula bahwa EMS mendesak lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif di Mesir untuk memaksa kementerian kesehatan mematuhi tuntutannya. Di antaranya adalah mempersiapkan alat pelindung diri untuk semua dokter, melaksanakan pelatihan penanganan pasien COVID-19, dan menguji seluruh warga yang memiliki gejala atau telah melakukan kontak dengan pasien positif.

Pernyataan EMS muncul setelah Walid Yehia, dokter berusia 32 tahun, meninggal pada Sabtu (23/5) lalu. Yehia tutup usia karena tak mendapat ruangan di rumah sakit isolasi. Sebelumnya Yehia telah menunjukkan gejala COVID-19.

Tak hanya itu, pekan lalu Wakil Menteri Kesehatan Mesir, Ahmed al-Sobki, mengatakan 17 rumah sakit isolasi yang dikhususkan untuk pasien COVID-19 telah mencapai kapasitas maksimalnya pada awal bulan.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Mesir telah mencatatkan sebanyak 19,666 kasus positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, 816 pasien dinyatakan meninggal, dengan 5,205 pasien dikonfirmasi sembuh. Saat ini, Mesir memiliki jumlah kasus aktif sebanyak 13,645 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts