Diduga Akibat Aktivitas Ionosfer, BMKG Minta Tak Khawatir Soal Dentuman Misterius
SerbaSerbi

Peneliti Petir dan Atmosfer BMKG Deni Septiadi tidak yakin jika dentuman misterius yang terdengar di sejumlah daerah berasal dari aktivitas ionosfer yang jauhnya puluhan kilometer dari permukaan bumi.

WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berbicara mengenai dentuman misterius yang sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu. Peneliti Petir dan Atmosfer BMKG Deni Septiadi menduga jika dentuman tersebut berkaitan dengan aktivitas ionosfer di atas permukaan bumi.

Ia mengatakan jika hal tersebut tak perlu dikhawatirkan. Sebab, lapisan ionosfer sendiri jaraknya masih puluhan hingga ratusan kilometer dari permukaan bumi. "Dengan ketinggian di atas sekitar 80 km, bahkan ratusan km dari permukaan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan hal ini," ujar Deni dilansir CNN Indonesia, Kamis (28/5).


Lapisan ionosfer berfungsi untuk memantulkan gelombang radio ke bumi. Lapisan ini juga berjasa bagi bumi dengan melindunginya dari meteor. Dan perlu diketahui jika ionosfer jugalah yang menghasilkan aurora menakjubkan baik di kutub utara maupun selatan.

Meski demikian, ia tak yakin jika aktivitas ionosfer lah yang menyebabkan dentuman tersebut. Sebab, keberadaan lapisan ionosfer terlalu jauh untuk bisa didengar suaranya. "Jika menghubungkan dengan dentuman dengan frekuensi rendah (VLF ~ 3-30 KHz) yang rambatan suaranya 10-100 km tentu terlalu jauh," ujarnya.

Suara ionosfer sendiri tidak bisa didengar dengan mudah. Para peneliti menggunakan berbagai peralatan maupun sensor untuk menangkap sumber suara saat melakukan kajian. Sehingga orang-orang di bumi mampu mendengarkan suara-suara unik tersebut.

"Sensor-sensornya merekam perubahan frekuensi dari medan magnet dan listrik," jelas Deni. "Kemudian frekuensi tersebut dikonversi ke dalam rentang pendengaran manusia (20 Hz - 20.000 Hz). Dengan demikian, kita dapat mendengar suara unik di angkasa."

Lebih jauh, ia mengatakan jika suara-suara alami yang terdengar di angkasa memiliki karakteristik yang unik. Meski demikian, suara tersebut tidak menghasilkan suara yang dahsyat seperti petir, pesawat, ataupun meriam.

Terkait sumber dentuman misterius di sejumlah daerah, ia yakin jika hal itu berasal dari ulah manusia. Suara dentuman itu bukan terjadi secara alami misalnya karena aktivitas seismik, vulkanik, maupun ledakan meteor di angkasa.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts