Bisa Dilihat Mata Telanjang, Lubang Hitam Ditemukan Berjarak Hanya 1000 Tahun Cahaya dari Bumi
SerbaSerbi

Meski sudah ada puluhan lubang hitam yang berhasil ditemukan hingga kini, para ilmuwan meyakini jika jumlah lubang hitam masih banyak di luar sana yang belum teramati.

WowKeren - Misteri lubang hitam di luar angkasa selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Baru-baru ini Tim astronom dari European Southern Observatory (ESO) dan lembaga lainnya mengklaim jika telah ditemukan sebuah lubang hitam yang dekat dengan bumi.

Adapun jaraknya hanya sekitar 1.000 tahun cahaya. dibanding lubang hitam yang pernah ditemukan selama ini, black hole yang satu ini adalah yang lebih dekat dengan tata surya bumi.


Yang lebih menariknya lagi adalah, lubang hitam ini bisa dilihat dengan mata telanjang. Tim menemukan bukti untuk objek tak terlihat itu dengan melacak dua bintang pendampingnya menggunakan teleskop khusus.

"Kami benar-benar terkejut," kata Petr Hadrava dari Akademi Ilmu Pengetahuan Republik Ceko dilansir Science Daily, Jumat (29/5). "Ketika kami menyadari bahwa ini adalah sistem bintang pertama dengan lubang hitam yang dapat dilihat dengan mata tanpa bantuan."

Sistem yang terletak di konstelasi Telescopium ini berjarak sangat dekat dengan bumi. Alhasil, bintang-bintangnya pun dapat dilihat dari bumi bagian selatan. Sistem ini dapat dilihat pada malam hari yang gelap dan cerah tanpa harus menggunakan teleskop. "Sistem ini berisi lubang hitam terdekat dengan Bumi yang kita ketahui," kata ilmuwan ESO pemimpin penelitian Thomas Rivinius.

Hingga saat ini, ilmuwan telah menemukan puluhan lubang hitam di galaksi tata surya. Meski demikian, para ilmuwan meyakini jika jumlah lubang hitam masih banyak di luar sana yang belum teramati. Penemuan lubang hitam ini, dianggap mampu memberikan petunjuk tentang di mana banyak lubang hitam yang tersembunyi di Bimasakti.

"Pasti ada ratusan juta lubang hitam di luar sana, tetapi kita hanya tahu sangat sedikit. Mengetahui apa yang harus dicari harus menempatkan kita pada posisi yang lebih baik untuk menemukannya," kata Rivinius. "Dengan menemukan dan mempelajarinya kita dapat belajar banyak tentang pembentukan dan evolusi bintang-bintang langka itu."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts