Dituding Serobot Bantuan Lab PCR Surabaya, Gugus Tugas COVID-19 Jatim Beri Pembelaan Begini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Walkot Surabaya, Tri Rismaharini, dibuat geram setelah 2 bantuan mobile PCR untuk memeriksa ratusan warganya mendadak dialihkan ke daerah lain. Pemprov Jatim pun memberikan klarifikasi atas kasus ini.

WowKeren - Belum lama ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyita perhatian publik karena tak segan menunjukkan amarahnya. Kali ini Risma meradang karena mendapati 2 mobile laboratorium pemeriksaan spesimen pasien COVID-19 yang semestinya ditempatkan di Surabaya mendadak dialihkan ke Lamongan dan Tulungagung.

Padahal, disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, pihaknya telah mempersiapkan setidaknya 200 warga untuk mengikuti tes. Titik-titik pemeriksaan pun telah disiapkan selama lima hari beroperasi, yakni di Gelora Pancasila, Gelora Tambaksari, BDH, Manukan, dan beberapa tempat lain.


Tudingan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah menyerobot bantuan yang semestinya ditujukan untuk Surabaya pun mengemuka. Menanggapi isu tersebut, Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyudi akhirnya angkat bicara.

Joni mengklaim mobil bantuan itu bukan milik Surabaya melainkan Jatim. Bahkan Joni mengklaim bantuan itu tiba atas permintaan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menelepon langsung Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo.

"Mana yang diserobot. Nggak ada serobot-serobot," kata Joni, seperti dilansir dari Suara Surabaya, Jumat (29/5). "Memang mobil itu yang mintakan Ibu Gubernur dan Pak Pangdam yang memintakan langsung ke Gugus Tugas Pusat."

Joni menjelaskan mobil PCR itu memang didatangkan ke Jatim dalam rangka meningkatkan kapasitas pemeriksaan spesimen. Tentu saja jadwal dua mobil itu dibagi secara fleksibel untuk daerah di Jatim.

"BNPB itu dikirimnya ke RS Darurat, nggak ada serobot-serobot. Memang kita membantu semuanya bukan hanya satu daerah saja," kata Joni.

Terkait mobil PCR yang tiba-tiba digeser ke Tulungagung dan Lamongan, Joni mengaku menyesuaikan dengan situasi yang ada. Saat ini di Tulungagung sendiri sedang ada klaster besar dan banyak pasien dalam pengawasan (PDP) yang belum teridentifikasi.

Hal serupa juga tengah dihadapi oleh Lamongan. Oleh karena itu, mobil PCR pun dialihkan terlebih dahulu ke 2 daerah yang dianggap lebih urgen sebelum kembali ke Surabaya.

"Pokoknya Surabaya siap di mana kita geser. Kalau Surabaya misalkan sudah semua ya masih banyak yang lain," pungkas Joni. "Probolinggo juga perlu itu. Rumah sakit-rumah sakit juga perlu itu. Sidoarjo juga minta lagi karena banyak."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts