Sebut Virus Corona Bak Istri, Menko Polhukam Mahfud MD Jadi Sorotan Internasional
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk siap menjalani tatanan hidup baru 'New Normal'. Di tengah upaya meyakinkan masyarakat itulah muncul lelucon yang dianggap tak pantas dari Mahfud MD.

WowKeren - Pernyataan teranyar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tengah menjadi sorotan. Tak hanya publik Indonesia, pernyataan sang menteri pun belakangan sangat disoroti media internasional.

Pasalnya Mahfud sempat berkelakar menyebut virus Corona tak ubahnya seorang istri. Hal kontroversial ini ia sampaikan ketika menanggapi polemik pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat menuju tatanan hidup baru "New Normal".


"Apa kita akan tetap membatasi diri selamanya?" ujar Mahfud, seperti dilansir dari South China Morning Post, Jumat (29/5). "Kita tetap bisa beraktivitas normal selama tetap memerhatikan kesehatan kita."

"Tempo hari saya sempat mendapatkan meme dari Luhut Pandjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)," imbuh Mahfud. "'Virus Corona itu seperti istrimu. Awalnya kamu berusaha mengontrolnya, lalu kamu menyadari itu tak bisa dilakukan. Ya sudah, mau tidak mau kamu harus hidup dengannya'."

Tak pelak pernyataan Mahfud ini pun menjadi bulan-bulanan sejumlah pihak. Komunitas Solidaritas Perempuan menilai pernyataan Mahfud sangat mencerminkan sikap misoginis dan tak relevan dengan situasi pandemi COVID-19 yang dijadikan pembanding.

"Pernyataan itu bukan hanya menunjukkan ketidakbecusan pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19, itu juga menunjukkan bagaimana seksis dan misoginisnya pejabat publik Indonesia," kata komunitas tersebut. "Guyonan yang mengobjektifikasi wanita hanya menormalkan budaya kekerasan terhadap wanita."

Sejumlah kritikan pedas juga dilancarkan oleh warga. Deslina misalnya, mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

"Laki-laki tidak menikahi seorang wanita dengan keinginan mengontrol mereka," ujar Deslina. "Membandingkan wanita dengan virus benar-benar merendahkan harga diri wanita."

Di sisi lain pemerintah terus mendorong masyarakat untuk bersiap dengan tatanan hidup baru "New Normal" agar tetap produktif di tengah pandemi COVID-19. Namun selama 3 hari belakangan penambahan kasus harian justru semakin mengkhawatirkan dengan nyaris menyentuh 700 kasus. Alhasil kini total ada lebih dari 25 ribu kasus positif COVID-19 di Indonesia, sesuai update pada Jumat (29/5) sore.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts