Anies Baswedan Disebut Enggan Perpanjang PSBB, Siap Restui Mal Buka Mulai 5 Juni?
Nasional
PSBB Corona

Belakangan tersiar isu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tak akan lagi memperpanjang PSBB di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah melaksanakan 'New Normal'.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengungkapkan keraguannya untuk memberlakukan "New Normal" di Ibu Kota. Bahkan ia sempat membuka opsi untuk memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) meski tak secara gamblang disebutkan.

"Belum ada aturan mana pun yang mengatakan PSBB diakhiri," kata Anies pada Selasa (26/5) lalu. "(Keputusan soal PSBB diambil) awal pekan depan, setelah semua data masuk."


Seperti diketahui, PSBB DKI Jakarta akan berakhir pada Kamis (4/6) pekan depan. Padahal sebelumnya Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta sempat menyebut pusat perbelanjaan seperti mal siap dibuka kembali pada Jumat (5/6) atau sehari setelah PSBB berakhir.

Namun opsi memperpanjang PSBB itu tampaknya juga mulai goyah di benak Anies. Sebab disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Anies tampaknya berkeinginan agar PSBB tak lagi diperpanjang.

"Pak Gubernur sudah menyampaikan bahwa sebaiknya PSBB ini jangan sampai diperpanjang lagi," kata Yusri ketika dijumpai di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/5). Namun Yusri menegaskan protokol-protokol kesehatan yang biasa dijalankan selama PSBB akan tetap berlaku walau kebijakan itu tak dilanjutkan.

Protokol kesehatan yang dimaksud di sini misalnya disiplin menjaga jarak, menggunakan masker, hingga tak berkerumun. Yusri pun meyakini DKI Jakarta bisa menjalankan tatanan kehidupan baru "New Normal" apabila masyarakatnya bisa disiplin terhadap peraturan yang ada.

"Nah, kalau masyarakat Jakarta ini patuh PSBB bisa tidak diperpanjang dan kita bisa masuk ke new normal," ujar Yusri, seperti dikutip dari Medcom. "Selama masyarakat Jabodetabek patuh, ya."

Terkait dengan kesiapan Polda Metro Jaya dalam mengawasi pelaksanaan New Normal, Yusri menegaskan pihaknya selalu siap sedia saat dibutuhkan. "Kami tinggal menunggu kebijakan dari Ketua Gugus Tugas soal kapan akan diberlakukan new normal. Kapan pun diberlakukan kami siap," tegas Yusri.

Di sisi lain, DKI Jakarta bersama 3 daerah lain dipilih menjadi "kelinci percobaan" penerapan New Normal. Salah satu parameternya adalah dengan pembukaan kembali fasilitas-fasilitas publik secara bertahap.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts