Suga BTS Dikecam Gunakan Khotbah Pembunuh Massal di 'D-2', Fans Beri Pembelaan
Musik
Kontroversi Mixtape Suga BTS

Suga menuai kecaman setelah diketahui bahwa ia menggunakan khotbah pemimpin aliran sesat Jim Jones sebagai pengantar untuk lagu 'What Do You Think?' dalam mixtape terbarunya.

WowKeren - Suga BTS (Bangtan Boys) menuai kecaman setelah diketahui bahwa ia menggunakan khotbah pemimpin aliran sesat Jim Jones sebagai pengantar untuk lagu "What Do You Think?" dalam mixtape terbarunya. ARMY (sebutan fandom BTS) memberikan pembelaan.

Suga merilis mixtape "D-2" dengan aliasnya Agust D pada 22 Mei berisi 10 lagu baru. Salah satu lagu, "What Do You Think?", dibuka oleh seorang pria yang berbicara dalam bahasa Inggris. Ternyata bahasa Inggris yang dimaksud adalah kutipan dari khotbah yang dilakukan oleh Jim Jones, seorang pemimpin aliran sesat yang mengarahkan pembunuhan massal-bunuh diri 909 orang. 304 kematian adalah anak-anak.


Selain itu, Jim Jones sangat dekat dengan Korea Utara. Ia diketahui memberi makan para pengikut propaganda Korea Utara dan mengkritik sikap Amerika Serikat terhadap Kim Il Sung dari Korea Utara.

Khotbah Jim Jones yang diambil oleh Suga berasal dari khotbahnya pada 1977 di Jonestown, pemukiman terpencil di Guayana. Bagian yang diambil dari pidato Jim Jones adalah, "Though you are dead, yet you shall live, and he that liveth and believeth shall never die." Potongan khotbah memiliki arti, "Meskipun kau sudah mati, tapi kau akan hidup, dan dia yang hidup dan percaya tidak akan pernah mati."

Netizen internasional marah karena Suga menggunakan khotbah dari tokoh kontroversial seperti perkenalan pidatonya. ARMY dituding membiarkan meski telah mengetahuinya. Selain itu, para netizen internasional kesal karena Suga memasukkan khotbah dari orang semacam itu dalam lagunya.

"ARMY tahu bahwa Suga akan menggunakan khotbah Jim Jones sejak 2019 dan mereka sama sekali tidak melakukan apa pun untuk menegurnya. Mereka parah."

"Tidak seorang pun dari penggemarnya meminta pertanggungjawaban Yoongi dan itu memilukan. Sampling Jim Jones, pembunuh massal, menjijikkan tapi kalian lebih suka diam untuk mencegah skandal. Jika kalian peduli tentang Yoongi, kalian ingin dia tumbuh dan menjadi dewasa, kan? Mengabaikannya tidak membantu siapa pun."

"Jim Jones adalah pemimpin kultus yang kejam, yang membunuh 900 orang sebagian besar adalah orang kulit hitam. Bahkan jika dia meminta maaf, orang kulit hitam memiliki hak penuh untuk marah dan tidak menerimanya. Aku mengetahuinya baru saja, kenapa beberapa dari kalian mengetahuinya sejak tahun lalu dan memilih diam? "

"Maaf tapi Suga menggunakan Jim Jones, seorang pemimpin aliran sesat dan pembunuh massal, dalam lagunya benar-benar salah. Kuharap mereka tidak menghapus pencarian untuknya kali ini karena ini adalah sesuatu yang benar-benar harus dididik untuk Suga dan Big Hit."

Namun, beberapa ARMY membela Suga. Mereka mengatakan bahwa ia menggunakan khotbah sebagai contoh untuk menunjukkan kritik Korea, karena lirik untuk lagu adalah semua tanggapannya terhadap kritik yang telah mengganggu BTS di jalan mereka menuju ketenaran di seluruh dunia. Mereka percaya Suga menggunakan khotbah sebagai contoh dari mentalitas seperti pemujaan yang dimiliki beberapa orang.

"Orang-orang yang datang mengecam Yoongi karena menggunakan sampel Jim Jones tapi bahkan tidak tahu bahwa lagu itu secara harfiah tentang bahaya mentalitas kultus," komentar penggemar. "Biarkan aku, seorang pria kulit hitam, memberi tahu kalian sesuatu tentang rapper hitam, dan rapper secara umum. Banyak rapper telah mengambil sampel pidato kontroversial untuk menegur, mengkritik dan mengejek selama bertahun-tahun. Lalu apa masalahnya?" tambah penggemar lain.

"Jim Jones adalah anti Korea. Ia memberikan pidato untuk alasan tersebut. Dan ini seharusnya tidak menjadi perhatian kalian? Kenapa orang-orang ini tiba-tiba mengecam Yoongi?" sahut yang lain. "Beberapa seniman menggunakan sisi sejarah semacam itu untuk ekspresi artistik. Kami bahkan tidak tahu alasan mengapa mereka menempatkan audio di tempat pertama karena Suga belum sepenuhnya menjelaskan arti dari lagu tersebut," pungkas lainnya.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts