Kasus Goerge Floyd Bikin Panas AS, Polri Harap Bisa Jadi Pelajaran Bagi Indonesia
Nasional

Dirkamsel Korlantas Brigjen Chryshnanda Dwilaksana mengingatkan jika dalam melaksanakan tugasnya, aparat kepolisian seharusnya mampu memberikan rasa aman.

WowKeren - Kasus kematian pria berkulit hitam George Floyd yang berujung pada kerusuhan di Minneapolis Amerika Serikat menjadi sorotan dunia. George tewas usai lehernya diinjak hingga tewas oleh polisi.

Saat kejadian perkara, dilaporkan jika sempat terjadi cekcok antara Floyd dengan para polisi berkulit putih saat ia akan ditangkap. Selanjutnya, Floyd langsung diborgol dan dijatuhkan ke aspal.


Kepolisian Republik Indonesia berharap agar kasus yang menimpa Floyd bisa dijadikan pembelajaran bagi para penegak hukum di Indonesia. Dirkamsel Korlantas Brigjen Chryshnanda Dwilaksana mengingatkan jika tugas polisi adalah untuk mewujudkan keteraturan sosial.

"Polisi dibangun untuk mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial," kata dia melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/5). "Kami berharap peristiwa itu menjadi pelajaran bagi polisi Indonesia."

Chryshnanda menuturkan jika dalam tugasnya untuk menegakkan hukum, aparat kepolisian dituntut untuk menjamin perlindungan HAM. Selain itu, polisi juga dituntut untuk bisa menunjukkan transparansi dalam menangani kejahatan.

"Menangani kejahatan dan pencegahannya dengan cara yang tetap berbasis pada supremasi hukum," lanjut dia. "Memberikan jaminan dan perlindungan HAM, transparansi dan akuntabel."

Sehingga polisi diimbau untuk mampu mencegah potensi konflik berkembang di tengah masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, polisi diharapkan tidak melakukan kekerasan.

"Keberadaan polisi adalah mampu menjamin keamanan dan rasa aman sehingga warga masyarakat dapat beraktivitas untuk berproduksi," tutur dia. "Menyelesaikan konflik secara beradab. Mencegah agar tak terjadi konflik yang lebih luas."

Kematian Floyd pada Senin (25/50 memantik amarah publik Amerika Serikat terhadap kebrutalan dan aparat yang masih menonjolkan sifat rasisme terhadap warga kulit hitam. Sementara itu, Derek Chauvin, pelaku yang menghabisi nyawa warga sipil tak berdaya tersebut, merupakan polisi veteran yang sudah bergabung di Kepolisian Minneapolis sejak 2001 silam. 19 tahun berkarier sebagai polisi, Chauvin ternyata dikenal kerap melakukan tindakan indisipliner.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts