Psikolog Ungkap 3 Tipe Masyarakat Saat Hadapi New Normal, Kamu yang Mana?
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Salah satu tipe masyarakat saat menyambut new normal adalah mereka yang antusias untuk pergi keluar rumah, misalnya ke pusat perbelanjaan untuk membeli barang-barang.

WowKeren - Ahli psikologi mengungkap adanya tiga tipe masyarakat seiring dengan diberlakukannya new normal. Menurut psikolog Intan Erlita, M.Ps, masyarakat Jakarta akan terbagi ke dalam 3 kategori terkait respons mereka terhadap pembukaan new normal.

Tipe pertama adalah yang gembira dan antusias menyambut new normal. Masyarakat golongan ini adalah mereka yang tidak sabar untuk segera pergi ke mal dan membeli segala macam.


"Ada tipe yang begitu tahu mau masuk new normal langsung happy, langsung pengin ke mal lah, nge-list mau makan apa," kata Intan dilansir Antara, Minggu (30/5). "Terus sudah excited lah baju-baju yang mau mereka pakai yang selama ini cuma di lemari doang. Ada yang kayak gitu."

Lalu yang kedua adalah tipe yang lebih memilih untuk melihat dan menunggu. Kelompok ini lebih waspada dan akan menunggu hingga keadaan benar-benar normal sebelum memutuskan untuk keluar rumah.

"Ada juga yang masih wait and see (menunggu dan melihat) dulu deh," kata Intan melanjutkan. "Masih mau lihat dulu karena takut, masih yang penuh hati-hatinya, jadi memilih untuk di rumah aja."

Lalu di tipe terakhir adalah mereka yang berada di antara keduanya. Tipe ini hanya akan keluar jika keadaan benar-benar mendesak. Selebihnya akan terus berada di rumah.

"Tapi ada juga yang di tengah-tengahnya," ujar dia. "Yang kalau ke luar rumah kalau urgen (mendesak) doang cuma mau kerja, tapi kalau ke anak enggak boleh keluar rumah dulu."

Lebih jauh, ia mengingatkan jika new normal ini bukan berarti keadaan sudah kembali normal seperti sedia kala. Tetap harus dicatat bahwa new normal artinya adalah hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Jadi jangan sampai kita salah nangkep dengan ini berarti udah normal. Enggak kayak gitu," lanjut dia. "Garis merahnya adalah kita hidup berdampingan tapi ada COVID-19 nih, karena bisa dikatakan back to normal kalau si COVID-19 sudah enggak ada atau sudah ditemukan vaksinnya."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts