Walkot Risma Ngamuk, Khofifah Blak-Blakan Soal Mobil PCR yang Dialihkan ke Luar Surabaya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya buka suara dan mengungkapkan alasan mobil PCR yang berupa bantuan dari BNPB tersebut dialihkan ke luar Surabaya.

WowKeren - Wali Kota Tri Rismaharini sempat marah besar karena bantuan dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) berupa dua mobil Lab Bio Safety Level 2 pengecekan tes swab PCR tidak jadi dikirimkan ke Surabaya. Video yang menunjukkan momen Risma marah-marah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun viral di media sosial.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akhirnya buka suara dan mengungkapkan alasan mobil PCR tersebut dialihkan ke daerah lain. Menurut Khofifah, mobil tersebut dialihkan ke Tulungagung pada 29 Mei lalu karena banyaknya kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal sebelum menjalani tes swab di daerah itu.


"Angka kematian PDP di daerah tersebut sebanyak 175 orang," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Sabtu (30/5) malam. "Itu sudah meninggal tapi belum sempat di tes, keburu meninggal."

Kemudian, Khofifah juga menyatakan bahwa Sidoarjo sangat membutuhkan banyak pemeriksaan tes swab. Pasalnya, Sidoarjo hanya memiliki kapasitas melakukan tes swab PCR sebanyak 16 spesimen per harinya.

Selain itu, Khofifah juga menjelaskan bahwa Lamongan hanya memiliki alat tes berupa Tes Cepat Molekuler (TCM) yang setiap harinya hanya bisa melakukan tes sebanyak 12 spesimen. "Pasti sangat jauh dari apa yang diharapkan untuk memberikan percepatan penanganan COVID-19," jelas Khofifah.

Sementara itu, di Kota Surabaya sendiri sudah ada 7 laboratorium besar untuk melakukan pemeriksaan tes swab PCR. Beberapa di antaranya adalah Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair), RSUD dr Soetomo, RS Premier Surabaya.

Meskipun ITD Unair kini tengah mengalami kendala, Khofifah menegaskan bahwa 6 laboratorium lain di Kota Pahlawan tersebut masih bisa melakukan pemeriksaan dengan optimal. "Jadi kalau ini dimaksimalkan sesungguhnya ini akan bisa memberikan percepatan konfirmasi dari spesimen yang di PCR tes," terang mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut.

Sebelumnya, PDIP sempat angkat bicara mengenai kisruh antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim ini. Sekretaris PDIP Hasto Kristianto lantas menyentil Khofifah dan pihak Gugus Tugas COVID-19 Jatim. Menurutnya, kedua pihak tersebut dinilai dapat lebih bijak dan melihat skala prioritas dalam mengambil kebijakan penanganan virus corona di wilayahnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts