Kasus George Floyd Bikin Hacker Anonymous Turun Tangan dan Nyatakan 'Perang' Pada Polisi Minneapolis
Dunia

Grup hacker 'Anonymous' mengunggah video menanggapi kasus kematian pria kulit hitam bernama George Floyd yang diinjak hingga tewas oleh seorang polisi bernama Derek Chauvin.

WowKeren - Kasus kematian pria kulit hitam bernama George Floyd yang melibatkan seorang anggota polisi di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), memicu kemarahan publik. Diketahui, Floyd tewas setelah lehernya diinjak oleh polisi bernama Derek Chauvin.

Kasus ini rupanya membuat grup hacker "Anonymous" turun tangan. Mereka secara terbuka menarget Departemen Kepolisian Minneapolis. Dalam pesan yang diunggah ke Facebook, grup hacker tersebut menuduh bahwa satuan kepolisian terus memaklumi perilaku yang akhirnya menyebabkan kematian Floyd.


Dalam video tersebut, seorang narator bertopeng mengatakan bahwa mereka tidak mempercayai "organisasi korup" untuk menegakkan keadilan. Mereka mengancam akan mengungkap banyak "kejahatan" pihak kepolisian kepada dunia.

Twitter/@HambaOpet

Selanjutnya, narator tersebut mengklaim bahwa Departemen Kepolisian Minneapolis memiliki "rekam jejak yang mengerikan tentang kekerasan dan korupsi" dan juga ada 193 orang yang sudah terbunuh di tangan polisi. Dalam klip itu, Anonymous juga menyebutkan beberapa kematian terkenal yang "dibunuh oleh polisi di Minnesota," termasuk kematian Jamar Clark tahun 2015, pembunuhan Philando Castile tahun 2016, pembantaian Justine Damond 2017, pembunuhan 2018 Thursman Blevins pada 2018 hingga pembunuhan fatal Brian Quinones pada 2019.

Kematian Floyd pun disebut hanya merupakan "pucuk gunung es". Grup Anonymous juga menyebut bahwa polisi-polisi yang telah membunuh orang dan "melakukan kejahatan" harus bertanggungjawab. Mereka meminta agar tuntutan pidana diajukan terhadap semua polisi yang terlibat dalam kematian Floyd, bukan hanya Derek Chauvin.

Melansir Daily Star pada Minggu (31/5), Anonymous mengunggah video ini pada hari ke-5 usai penjarahan dan kerusuhan meluas di AS karena kasus kematian Floyd. Grup hacker ini menyebut bahwa dunia sudah mulai bangun dan mereka sendiri "semakin marah setiap kali melihat ada darah yang tumpah tanpa konsekuensi".

Terakhir, kelompok itu menegaskan bahwa mereka tidak percaya Departemen Kepolisian Minneapolis untuk "melaksanakan keadilan". Anonymous juga mengatakan kepada pihak kepolisian untuk "bersiap menghadapi" mereka.

Adapun situs resmi milik Departemen Kepolisian Minneapolis mengalami gangguan sejak video tersebut diunggah. Meski demikian, masih belum jelas apakah hal tersebut merupakan ulah grup Anonymous.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts