Demonstran George Floyd Serbu Gedung Putih, Trump ‘Ngumpet’ Dalam Bunker
Reuters/Cathal McNaughton
Dunia

Demonstran yang menuntut keadilan atas kasus George Floyd telah menyerbu Gedung Putih. Akibatnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump harus ‘ngumpet’ di dalam bunker.

WowKeren - Kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd di tangan kepolisian Minneapolis telah memicu kemarahan dan gelombang aksi demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat (AS). Yang terbaru, pengunjuk rasa bahkan telah menyerbu ke Gedung Putih pada Jumat (29/5) malam lalu.

Di tengah situasi genting tersebut, Presiden AS Donald Trump yang tinggal di Gedung Putih langsung dilarikan ke ruang perlindungan bawah tanah (bunker). Seorang sumber dari Gedung Putih membeberkan jika para ajudan yang telah membawa Trump ke bunker.

Trump dikabarkan berlindung di dalam bunker selama satu jam. Setelah situasi diluar Gedung Putih dipastikan aman terkendali, Trump langsung keluar dan dibawa ke ruangannya lagi untuk melanjutkan pekerjaan.

Dilansir dari CNN, Trump lantas memuji aksi Pasukan Pengamanan Kepresidenan AS (Secret Service) yang dengan sigap melindunginya di tengah kekacauan. Selain itu, Secret Service juga dinilai Trump telah memastikan keamanan para pekerja di Gedung Putih.


Rupanya, Secret Service telah menyarankan para pegawai Gedung Putih untuk menyembunyikan terlebih dulu tanda pengenal mereka saat menuju tempat kerja atau pulang. Mereka diminta memperlihatkan tanda pengenal di saat sudah di depan pintu masuk Gedung Putih.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat elektronik dengan alasan untuk mewaspadai kondisi yang terjadi saat ini. Sementara itu, aparat kepolisian juga telah berhasil memukul mundur dan membubarkan demonstran yang telah menyerbu Gedung Putih.

Kini, situasi di Gedung Putih juga masih terus siaga. Apalagi, massa akan kembali berkumpul di Washington D.C. dan kembali menuntut keadilan atas kematian George Flyod kepada pemerintah.

Sebelumnya, kematian Floyd tersebar luas di media sosial. Dalam video viral itu, Floyd terlihat dibekuk polisi dengan posisi leher dan tubuhnya ditindih hingga tewas. Aksi kepolisian Minneapolis tersebut langsung dikecam oleh mayoritas penduduk AS lantaran dinilai agresif dan diwarnai rasisme.

Gelombang unjuk rasa terus dilakukan oleh warga AS hingga memicu kerusuhan dan penjarahan di sejumlah kota. Akibatnya, pemerintah setempat telah menerapkan jam malam untuk meredam gelombang demonstrasi yang semakin membesar setiap harinya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts