Beri Alasan Logis, Walkot Solo Usul Sekolah Dibuka Mulai Januari 2021
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Tanda tanya nasib pelajar di tengah pandemi COVID-19, Wali Kota Solo mengusulkan sekolah dibuka mulai Januari 2021 mendatang dengan memberikan alasan logis ini.

WowKeren - Pemerintah Indonesia hingga kini masih belum menentukan secara resmi kapan siswa-siswa dapat kembali bersekolah lagi. Meski telah bersiap menyambut new normal, namun tingginya kasus virus corona (COVID-19) hingga kekhawatiran orangtua membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah menjadi opsi terakhir yang diputuskan pemerintah.

Kini, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar tahun ajaran baru dimulai bersamaan dengan tahun anggaran baru. Ia menyarankan agar sekolah kembali dibuka pada Januari 2021 mendatang.


Rudy menjelaskan jika hal ini tidak hanya memastikan keamanan pelajar dari wabah corona saja. Menurutnya, tahun ajaran di awal tahun juga dapat menjadi langkah yang bagus untuk membenahi tata administrasi pendidikan di Tanah Air.

Selama ini administrasi dalam dunia pendidikan Indonesia cukup rumit lantaran tidak sinkron dengan tahun anggaran. Oleh sebab itu, Rudy menyarankan agar situasi saat ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

”Menurut saya kalau pemerintah mau menata pendidikan, sekalian tahun ajaran baru dimulai Januari,” ujar Rudy seperti dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (31/5). “Mumpung kondisinya seperti ini.”

Lebih lanjut Rudy mengatakan selama ini perbedaan jadwal tahun ajaran dan tahun anggaran telah menyebabkan beban bagi tenaga pendidikan. Pasalnya, mereka harus mengajukan anggaran di akhir tahun dan di saat yang sama, mereka masih harus menjalankan tugas sebagai guru.

Selain itu, Rudy juga menyebut sinkronisasi tahun anggaran dan tahun ajaran akan mengurangi kebocoran anggaran. Sementara penyesuaian anggaran di tengah periode pendidikan juga berpotensi menimbulkan pengeluaran ganda.

”Dulu pernah ada yang mengusulkan subsidi pendidikan untuk siswa,” jelas Rudy. “Setelah kita cek ternyata di tahun sebelumnya sudah menerima. Setelah kita cek ternyata banyak nama dulu sudah menerima. Kalau tahunnya sinkron, hal-hal semacam ini kan tidak akan terjadi.”

Rudy juga menyoroti keputusan pemerintah yang berencana akan membuka sekolah pada 13 Juli. Hal itu dinilai berpotensi meningkatkan angka penularan Covid-19 karena sulitnya mengawasi interaksi anak di sekolah.

“Kalau tidak ada penambahan kasus ya bisa saja masuk tanggal 13 Juli,” ungkap Rudy. “Tapi kalau belum ya sebaiknya diundur Januari sekalian.”

Sejauh ini, kasus virus corona di Solo memang cenderung rendah dibandingkan dengan daerah lain. Sejak kasus pertama teridentifikasi 13 Maret lalu, total kasus positif COVID-19 di Solo tercatat di angka 34 dengan 22 dinyatakan sembuh, 8 masih dirawat, dan 4 meninggal dunia.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts