Puluhan Pekerja Migran di Abu Dhabi 'Telantar' Tak Jadi Pulang, Garuda Indonesia Minta Maaf
Nasional

Manajemen PT Garuda Indonesia mengatakan jika layanan yang sedianya dijadwalkan Minggu (31/1) tersebut batal terbang karena masalah teknis operasional penerbangan.

WowKeren - Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memberikan klarifikasi mengenai puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) yang telantar di Bandara Abu Dhabi. Para PMI ini sedianya hendak pulang ke Jakarta.

Adapun informasi mengenai para pekerja migran yang telantar di Abu Dhabi ini mulanya beredar melalui grup WhatsApp. Mereka rencananya akan pulang dengan Garuda Indonesia namun rupanya tidak ada jadwal penerbangan di hari tersebut. Alhasil mereka pun tak jadi pulang.


Terkait hal ini, manajemen Garuda Indonesia pun meminta maaf. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan jika pihaknya membatalkan penerbangan yang dijadwalkan akan berangkat pada Minggu (31/5) tersebut.

"Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan layanan penerbangan codeshare GA 9046/EY 474 rute Abu Dhabi-Jakarta yang turut menerbangkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang akan pulang ke Indonesia," kata Irfan melalui keterangannya seperti dilansir detikcom, Senin (1/6). "Sebelumnya, penerbangan tersebut dijadwalkan akan diberangkatkan pada 31 Mei 2020 pukul 02.50 waktu setempat."

Garuda memastikan jika peristiwa semacam ini tidak akan terjadi lagi untuk ke depannya. Sehingga pihaknya akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki layanannya untuk penumpang.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kendala dan ketidaknyamanan yang dialami para penumpang," imbuh Irfan. "Kami pastikan hal ini tidak terulang kembali dan akan kami jadikan evaluasi atas upaya peningkatan layanan kepada penumpang."

Adapun penerbangan ini merupakan layanan penerbangan codeshare dengan Etihad Airways. Maskapai ini merupakan rekan terbang Garuda untuk rute Abu Dhabi-Jakarta. Adapun pembatalan penerbangan tersebut disebabkan oleh kendala teknis operasional penerbangan," jelas Irfan.

Untuk menangani penumpang yang terdampak, Garuda bersama Etihad Airways selaku maskapai partner dan otoritas terkait akan menjamin akomodasi par penumpang. Mereka akan diterbangkan ke Jakarta di kemudian hari.

"Penumpang yang terdampak tersebut, katanya, direncanakan akan diberangkatkan kembali menuju Jakarta," tutur Irfan. "Dengan menggunakan layanan penerbangan Etihad Airways pada Kamis 4 Juni 2020."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts