Sambut New Normal, Khofifah Perpanjang Masa Belajar di Rumah Siswa Jatim
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk memperpanjang masa belajar di rumah para siswa. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Gubernur yang dirilis pada Tanggal 19 April 2020 lalu.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah menyiapkan sejumlah pedoman untuk menyambut fase new normal di tengah pandemi. Salah satunya adalah merundingkan kapan dibukanya sekolah menyambut tahun ajaran baru.

Namun, Pemerintah Jawa Timur akan tetap memberlakukan pembelajaran secara online atau daring. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, proses belajar mengajar bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan dimulai lagi pada tanggal 2 Juni 2020 mendatang.


Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Gubernur pada Tanggal 19 April, proses belajar mengajar tetap dilakukan secara online. "2 Juni mereka akan memulai proses belajar mengajar tetapi mereka belajar di rumah," kata Khofifah dalam rapat koordinasi di Bakorwil III Malang, Minggu (31/5).

Khofifah mengatakan, siswa akan tetap belajar dari rumah sampai ada keputusan berikutnya. "Mereka belajar di rumah sampai ada penjelasan berikutnya. Sehingga para guru juga tetap akan melanjutkan kurikulum masing-masing sesuai dengan proses belajar di rumah," jelasnya.

Sementara itu, penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMA dan SMK akan dibuka pada 8 Juni. Proses penerimaan siswa didik baru itu akan dilakukan secara online. "PPDB tetap akan dibuka mulai 8 Juni secara online," ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah telah menyediakan kuota sebanyak 1 persen untuk anak tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien COVID-19. Dengan demikian, anak tenaga kesehatan itu mendapatkan prioritas dalam proses penerimaan peserta didik baru.

"Untuk PPDB SMA SMK kami menyediakan 1 persen untuk keluarga tenaga kesehatan. Apakah putra putri dokter, putra putri perawat, sampai dengan putra putri petugas ambulance yang mengantar pasien COVID-19," jelasnya. "Putra putri mereka akan mendapatkam prioritas kuota PPDB yang akan kita mulai tanggal 8 Juni ini."

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji juga akan tetap memperpanjang masa belajar di rumah para siswanya. Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan skema untuk membuka lagi gedung sekolah.

"Tanggal 2 Juni masuk tapi tetap belajar dari dari rumah," ungkapnya. "Kami mendapat masukan tetap belajar dari rumah."

Senada, Bupati Malang juga mengungkapkan jika para siswa akan tetap menjalankan proses belajar mengajar dari rumah. "Sekolah daring diperpanjang sampai 14 Juni. Setelah itu kita nanti separuh-separuh (sekolah dibuka dengan skema separuh siswa yang masuk secara bergantian)," jelasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts