Ebola Jadi Trending Topic Usai Kembali Meluas di Kongo dan 'Saingi' Corona
www.aa.com.tr
Dunia
Pandemi Virus Corona

Republik Demokratik Kongo menghadapi 'badai bertubi-tubi' di tengah pandemi virus Corona. Sebab tercatat kini setidaknya ada 2 wabah lain yang ikut menghantui, seperti Ebola dan campak.

WowKeren - Wabah virus Corona masih menjadi bahasan panas di berbagai penjuru dunia. Bahkan kini perkembangan wabah, khususnya di Afrika, menjadi sorotan karena dinilai begitu mengkhawatirkan.

Dan di tengah krisis yang terjadi, mirisnya, Republik Demokratik Kongo harus menghadapi tantangan yang lebih besar. Sebab kini negara tersebut tak hanya harus menghadapi wabah Corona tetapi juga Ebola.


Diwartakan Sky News, Kongo memang telah berjibaku dengan wabah Ebola sejak Agustus 2018. Sempat reda, kini wabahnya dikabarkan kembali meluas dan menyebabkan kematian atas 4 orang di daerah utara Kongo dekat Mbandaka.

"Situasi ini mengingatkan kita," ujar Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pernyataan resminya yang dilansir pada Selasa (2/6). "Bahwa COVID-19 bukanlah satu-satunya ancaman kesehatan yang harus dihadapi."

Otoritas Kongo menyebutkan ada sekitar 6 orang yang telah dikonfirmasi positif terjangkit Ebola. Sebanyak 4 diantaranya kini telah dalam isolasi di sebuah rumah sakit setempat.

Sebagai informasi, dua tahun lalu, Ebola menjadi penyakit yang bertanggung jawab menyebabkan hingga 33 orang di Kongo meninggal dunia. Situasi sudah sempat tekendali pada pertengahan Mei kemarin, namun ternyata kini justru kembali ada kasus baru yang dikonfirmasi.

Situasi ini pun membuat kata kunci "Ebola" menjadi trending topic di lini masa Twitter Indonesia. Dipantau pada Selasa (2/6), kata kunci itu berada di posisi ketiga.

Ebola Jadi Trending Topic Usai Kembali Meluas di Kongo dan \'Saingi\' Corona

Twitter

Sedangkan di saat yang sama, Kongo juga harus menghadapi wabah Corona yang telah menginfeksi lebih dari 3 ribu orang. Hingha kini sebanyak 72 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia akibat COVID-19 di Kongo.

Tak berhenti sampai di situ, WHO pun mengonfirmasi perihal penyakit campak yang juga meluas di Kongo. WHO melaporkan ada 369.250 kasus positif campak sejak 2019 silam, dengan 6.779 diantaranya berakhir meninggal dunia.

"Ancaman 'berlapis empat' ini membuktikan adanya ancaman nyata yang dapat menyebabkan jutaan anak-anak dan keluarga di Kongo meninggal dunia," ungkap Direktur Organisasi Relawan World Vision untuk Kongo, Anne-Marrie Connor.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts