Akui Putus Asa, Beyonce Klaim Kematian George Floyd Jadi Bukti Rasisme Kulit Hitam di AS
Getty Images
Selebriti

Beyonce menjadi salah satu selebriti yang turut menuntut keadilan atas kematian Floyd. Tak hanya itu, istri Jay-Z itu juga menyerukan agar tidak ada lagi tindakan rasisme terhadap warga kulit hitam di AS.

WowKeren - Diva musik Beyonce Knowles menjadi salah satu selebriti yang turut buka suara soal kematian George Floyd, yang belakangan ini menimbulkan kegemparan. Seperti yang diketahui, kematian Floyd menyulut amarah massa dan menimbulkan demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat. Atas kematian Floyd, Beyonce turut menuntut keadilan dan menyerukan agar tidak ada lagi tindakan rasisme terhadap warga kulit hitam di AS.

Dalam unggahan video di akun Instagram, Beyonce menuntut keadilan atas kematian Floyd. Tak hanya itu, istri Jay-Z itu juga mengaku jijik dan sedih dengan perlakuan yang diterima Floyd. "Kami hancur dan jijik. Kita tidak bisa menormalkan rasa sakit ini," tulisnya.


"Saya tidak hanya berbicara kepada orang kulit berwarna. Jika kamu putih, hitam, coklat, dan apa pun di antara keduanya, saya yakin kamu merasa putus asa dengan rasisme yang terjadi di Amerika sekarang," ujarnya.

Musisi peraih piala Grammy tersebut juga menyerukan agar tidak ada lagi tindakan rasisme terhadap warga kulit hitam di AS. "Tidak ada lagi tindakan pembunuhan manusia yang tidak masuk akal. Tidak ada lagi anggapan orang kulit berwarna yang dianggap lebih rendah dari manusia. Kita tidak bisa lagi berpaling. George adalah seluruh keluarga dan bagian dari kemanusiaan kita. Dia adalah keluarga kita karena dia adalah sesama warga Amerika," imbuhnya.

Beyonce bahkan menilai sejauh ini ada banyak pembunuhan tanpa keadilan terhadap para pelaku. "Sudah terlalu sering kita menyaksikan pembunuhan kejam dan tidak ada konsekuensi (untuk pelaku). Ya seseorang telah dituntut, tetapi keadilan masih jauh tercapai," tambahnya.

Di akhir videonya, pelantun "Lemonade" tersebut juga mengajak para penggemarnya untuk mengunjungi laman situs web yang ia tautkan guna menandatangani dukungan atas kasus yang menewaskan Floyd.

Sebagai informasi tambahan, George Floyd adalah seorang warga kulit hitam yang pekan lalu ditangkap oleh polisi Minneapolis. Ia tewas setelah dijatuhkan ke tanah kemudian lehernya dijepit menggunakan lutut.

Rekaman video yang beredar menunjukkan leher Floyd ditekan oleh petugas kepolisian Derek Chauvin selama 8 menit 46 detik. Chauvin dan ketiga rekannya kemudian dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga oleh departemen kehakiman. Kendati demikian, kematian Floyd masih menimbulkan demonstrasi besar-besaran di AS.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts