Italia Sebut Gelombang Kedua COVID-19 Tak Berpotensi Muncul
Dunia
Pandemi Virus Corona

Prediksi ini muncul lantaran tes swab yang dilakukan selama 10 hari terakhir menunjukkan viral load secara kuantitatif sangat kecil dibandingkan dengan yang dilakukan sebulan atau dua bulan lalu.

WowKeren - Seorang dokter senior asal Italia, Alberto Zangrillo, menyebut bahwa gelombang kedua virus corona (COVID-19) tidak berpotensi muncul atau mungkin tidak terlalu mematikan dibandingkan gelombang pertama.

"Pada kenyataannya, virus COVID-19 secara klinis tidak lagi ada di Italia," kata dr. Zangrillo yang juga menjabat kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan di wilayah utara Lombardy, salah satu RS rujukan utama COVID-19.

Menurut Zangrillo, ia memprediksi hal tersebut lantaran tes swab yang dilakukan selama 10 hari terakhir menunjukkan viral load secara kuantitatif sangat kecil dibandingkan dengan yang dilakukan sebulan atau dua bulan lalu.

Dokter Zangrillo mengatakan beberapa ahli terlalu khawatir tentang prospek gelombang kedua infeksi dan politisi perlu memperhitungkan kenyataan baru. "Kita harus kembali menjadi negara normal," kata Zangrillo.


Kendati demikian, pemerintah Italia mendesak agar para ahli tetap berhati-hati. Pemerintah menilai terlalu dini untuk mengklaim kemenangan atas virus corona ini.

"Menunggu bukti ilmiah untuk mendukung tesis bahwa virus telah hilang. Saya akan mengundang mereka (ahli) agar tidak membingungkan masyarakat Italia," kata wakil Kementerian Kesehatan Italia, Sandra Zampa, dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (2/6).

"Kita seharusnya mengajak orang Italia untuk menjaga kewaspadaan maksimum, menjaga jarak fisik, menghindari kelompok besar, sering mencuci tangan dan memakai masker," lanjut Zampa menambahkan.

Italia sendiri memiliki angka kematian tertinggi ketiga di dunia akibat virus COVID-19, dengan 33,475 pasien meninggal sejak wabah itu terungkap pada 21 Februari lalu. Italia juga memiliki jumlah kasus global keenam tertinggi dengan 233,197 pasien positif yang dikonfirmasi.

Namun infeksi baru dan angka kematian telah menurun sejak bulan Mei. Kini Italia juga mulai melonggarkan kebijakan lockdown yang sebelumnya diterapkan di beberapa wilayah.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts