Pemerintah Ungkap Mengapa Indonesia Butuh New Normal
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan alasan pemerintah Indonesia hendak menerapkan new normal di tengah pandemi corona.

WowKeren - Pemerintah Indonesia diketahui akan menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di tengah pnademi corona. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto lantas mengungkapkan alasan pemerintah hendak menerapkan new normal.

Keputusan tersebut rupanya diambil demi mengembalikan kondisi ekonomi Tanah Air. Diketahui, perekonomian Indonesia hampir lumpuh karena pandemi corona membuat aktivitas sosial berhenti.

Apabila dibiarkan, kondisi ini akan memicu badai PHK yang semakin besar. Hal tersebut pun harus dicegah, meskipun hingga kini vaksin corona sendiri masih belum resmi ditemukan.

"Tentu kita menginginkan agar pandemi COVID-19 ini tidak merembet atau merembes pada pandemi PHK, sehingga salah satunya adalah melakukan restart, produktif tapi aman dari COVID-19. Oleh karena itu protokol-protokol nya baru, cara protokol baru ini diberlakukan sampai ditemukannya vaksin," jelas Airlangga dilansir detikcom pada Selasa (2/6). "Kalau kita menunggu vaksin sampai tahun depan. Kelihatannya dengan protokol kesehatan yang harus uji klinis dan yang lain, tidak dalam waktu dekat."


Menurut Airlangga, pandemi tidak hanya mengancam kesehatan saja, namun juga sosial-ekonomi. "Kita melihat bahwa pertumbuhan ekonomi ini penting. Karena sekarang sebelum pandemi ini 7 juta orang belum mendapat pekerjaan, bukan PHK dan pada saat PHK terjadi pandemi sekitar 1,8 juta. Tentu kita harus segera mungkin menciptakan kesempatan-kesempatan baru," jelasnya.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan new normal diharapkan juga bisa berlaku di bidang ekonomi. Pemerintah pun juga telah menyiapkan penunjangnya dengan memastikan keberlangsungan Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Oleh karena itu new normal ini menjadi sangat perlu dan penting. Ini dilakukan bukan hanya di Indonesia, negara lain juga sudah membuka dan melakukan hal yang sama," terang Airlangga. "Nah tentu sampai vaksin ditemukan. Kita tidak bicara situasi seperti sebelum COVID-19. Jadi sampai vaksin ditemukan maka sebelumnya kita harus melakukan new normal."

Adapun Airlangga menerangkan bahwa pemerintah telah menyiapkan protokol yang berbeda untuk new normal. Pelaksanaannya juga akan dibarengi dengan pengawasan yang ketat.

"Dalam normal baru tentu protokol menggunakan masker, cuci tangan, kemudian tes temperatur dan yang lain, semua itu berlaku untuk semua sektor kehidupan bermasyarakat dan new normal itu butuh kerja sama yang erat antara tentu dari segi medis, kesiapan medis untuk mengantisipasi segala persoalan," pungkasnya. "Kemudian dari segi masyarakat itu sendiri, kesiapan masyarakat dan kedisiplinan masyarakat. Kemudian dari sektor sektor usaha itu sendiri, termasuk regulatornya kementerian dan lembaga."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts