Tiongkok Berulang Kali Surati Menko Luhut dan Menlu Retno Untuk Ajak Kerjasama Lawan Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, mengungkapkan bahwa pejabat tinggi Tiongkok berulang kali menelepon dan menulis surat untuk Luhut dan Menlu Retno.

WowKeren - Pejabat tinggi Tiongkok disebut berulang kali mengirim surat dan menelepon Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menlu Retno Marsudi terkait ajakan kerjasama melawan virus corona. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian.

"Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Bapak Wang Yi, dan Wakil Ketua Komite Nasional Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok selaku Ketua Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional Bapak He Lifeng beberapa kali menelepon dan menyurati Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Indonesia Bapak Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi," jelas Xiao dalam konferensi pers pada Selasa (2/6). "(Surat dan sambungan telepon dilakukan) untuk mendorong pelaksanaan kerja sama kedua negara melawan pandemi COVID-19."


Meski demikian, Xiao tidak menjelaskan dengan rinci dorongan kerjasama seperti apa yang dibicarakan pejabat Tiongkok dengan Luhut dan Retno. Xiao menyatakan bahwa pada saat pandemi corona, Tiongkok dan Indonesia saling menyumbang barang dan mengevakuasi warga dari masing- masing negara.

Tak hanya itu, Tiongkok juga berbagi pengalamnnya dalam membasmi virus corona kepada Indonesia. "Tiongkok pada waktu pertama berbagi Skema Pencegahan dan Pengendalian Pandemi COVID-19 dan Manual Diagnosis dan Pengobatan Penyakit COVID-19 yang disusun oleh Tiongkok kepada pemerintah Indonesia," ujar Xiao.

Sementara itu, Xiao juga sempat mengakui bahwa pandemi corona ini berdampak pada hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok. Namun ia menegaskan bahwa fondasi kerjasama antar kedua negara tidak akan berubah.

"Banyak teman memperhatikan dampaknya COVID-19 terhadap kerjasama Tiongkok dan Indonesia. Terus terang, kerjasama dan pertukaran antara Tiongkok dan Indonesia turut kena dampak akibat terhambatnya saling kunjungan masyarakat dan penerbangan antara kedua negara selama masa pandemi," ungkap Xiao. "Sejumlah kunjungan timbal-balik antara pimpinan kedua negara terpaksa ditunda, Resepsi Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Tiongkok-Indonesia dan sejumlah kegiatan lain yang sudah direncanakan tidak bisa diadakan sesuai dengan jadwalnya.

Namun, dampak COVID-19 itu disebutnya hanya bersifat jangka pendek saja. Kejasama antara Indonesia dan Tiongkok disebut tidak berubah.

"Pelaksanaan dan pembangunan sebagian proyek kerjasama penting menghadapi tekanan akibat dampak pandemi. Namun kalau kita lihat secara umum, dampak wabah terhadap hubungan Tiongkok dan Indonesia bersifat jangka pendek, sementara dan dapat dikendalikan," pungkasnya. "Fondasi hubungan bilateral tidak berubah, keperluan kerjasama tidak berubah, kecenderungan positif tidak berubah."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts