Pangeran Belgia Kena Denda Akibat Terbukti Positif COVID-19 Usai Ikut Pesta di Spanyol
Getty Images/AFP/Benoit Doppagne
Dunia
Pandemi Virus Corona

Aksi anggota kerajaan Belgia, Pangeran Joachim, yang melanggar aturan lockdown dengan menghadiri sebuah pesta di Spanyol membuatnya dijatuhi hukuman denda.

WowKeren - Pangeran Joachim dari Belgia telah dinyatakan positif terjangkit virus corona tau COVID-19. Sebelumnya, Pangeran Joachim sempat menghadiri sebuah pesta di wilayah selatan kota Cordoba, Spanyol, pada 28 Mei lalu.

Awalnya Pangeran Joachim tiba di Spanyol pada 26 Mei lalu dengan alasan untuk menjalankan program magang. Namun dua hari berikutnya, Pangeran Joachim justru menghadiri sebuah pesta dengan jumlah kapasitas lebih dari 15 orang.

Usai menghadiri pesta tersebut, Pangeram Joachim dilaporkan mengalami beberapa gejala COVID-19 ringan. Pangeran berusia 28 tahun tersebut juga dianggap melanggar aturan lockdown yang diterapkan oleh Pemerintah Spanyol.

Perwakilan Pemerintah Spanyol di Cordoba, Rafaela Valenzuela mengecam tindakan Pangeran Joachim yang dinilai tak menunjukkan simpati di tengah pandemi COVID-19 yang merenggut banyak jiwa. Pangeran Joachim pun akhirnya mengungkapkan permintaan maaf atas tindakan yang ia lakukan.


"Saya sangat menyesali perbuatan saya. Saya meminta maaf karena tidak menghormati seluruh tindakan karantina selama perjalanan saya," ungkap Pangeran Joachim dilansir BBC pada Selasa (2/6). "Pada situasi yang sulit ini saya tidak ingin menyinggung siapapun."

Atas perbuatannya, Pangeran Joachim tetap dijatuhi hukuman dengan membayar denda sebesar 10 ribu euro atau sekitar Rp162 juta. Pangeran Joachim merupakan keponakan dari Raja Phillipe dari Belgia, serta anak dari Putri Astrid dan berada di urutan ke-10 dalam warisan tahta Kerajaan Belgia.

Sementara itu, Pangeran Joachim dikabarkan memiliki hubungan dengan seorang wanita Spanyol. Kedatangan Pangeran Joachim di pesta tersebut dikonfirmasi oleh media Belgia yang menghubungi pihak istana tempatnya berada kala itu.

Spanyol sendiri sedang dalam proses melonggarkan aturan lockdown terketat di Eropa. Sejak 4 Mei lalu, Spanyol mulai melonggarkan lockdown, dengan membuat anak berusia di bawah 14 tahun tetap berada di rumah selama 6 minggu.

(wk/evaa)

You can share this post!

Related Posts