UKT Tetap Full Walau Kuliah Online Selama Corona, Nadiem Makarim 'Diburu' Mahasiswa
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Mendikbud Nadiem Makarim terus dicari oleh mahasiswa lantaran bungkam ketika ditanya soal UKT yang harus tetap dibayar penuh kendati menjalani kuliah online selama pandemi Corona.

WowKeren - Pandemi virus Corona tak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan tetapi juga aspek-aspek kehidupan lain seperti pendidikan. Seperti diketahui, demi meminimalisir potensi terjadinya penularan di lingkungan sekolah maupun universitas, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa diubah menjadi metode jarak jauh alias daring.

Dan di tengah himpitan kondisi yang ada, mahasiswa pun merasa uang kuliah tunggal (UKT) yang mesti dibayarkan terlampau tinggi. Bahkan ada beberapa kampus yang nekat menaikkan UKT untuk permulaan semester baru yang akan dimulai tak lama lagi.


Menanggapi situasi itu, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pun menyerukan permintaan agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berkenan menggelar audiensi dengan mereka. Tujuannya hanya satu, yakni mendiskusikan perihal UKT di tengah himpitan ekonomi akibat Corona sekaligus hilangnya hak-hak mahasiswa karena perkuliahan dilakukan secara online.

"Kami bermaksud mengundang Saudara (Nadiem Makarim) untuk melakukan audiensi terbuka dengan perwakilan dari Aliansi BEM SI," ujar mereka lewat surat terbuka yang diteken pada 27 Mei 2020. "Instruksikan seluruh perguruan tinggi untuk melakukan pembebasan atau relaksasi biaya kuliah (UKT) di semester selanjutnya sebagai dampak dari COVID-19."

Bersama dengan surat terbuka itu, Aliansi BEM SI pun mencuitkan tagar #MendikbudDicariMahasiswa. Namun belakangan tagar "tandingan" bertajuk #NadiemManaMahasiswaMerana juga ikut meramaikan lini masa.

UKT Tetap Full Walau Kuliah Online Selama Corona, Nadiem Makarim \'Diburu\' Mahasiswa

Twitter

BEM SI menilai saat ini setiap lapisan masyarakat sedang dalam kondisi ekonomi terhimpit terdampak pandemi Corona. Bahkan hasil survei BEM SI menyebut hampir 80 persen mahasiswa tak memiliki jaminan bisa membayar biaya kuliah semester depan.

Selain itu, BEM SI juga menyoroti bertambahnya keperluan mahasiswa karena harus menjalani kuliah jarak jauh selama pandemi. Seperti misalnya untuk kebutuhan pulsa kuota internet yang mencapai Rp 500 ribu, serta ditambah kebutuhan logistik mahasiswa yang tak bisa pulang kampung.

"Berlakukan secara tegas imbauan setiap perguruan tinggi untuk memberikan bantuan kuota internet, logistik, dan Kesehatan bagi seluruh Mahasiswa ditengah pandemi COVID-19," tuntut BEM SI, seperti dilansir dari CNN Indonesia. "Berikan sanksi terhadap perguruan tinggi yang tidak merealisasikannya."

Namun sampai sekarang tampaknya belum ada audiensi yang digelar karena Nadiem belum membalas surat terbuka itu. BEM SI pun melancarkan sejumlah cuitan sindiran terhadap sang menteri.

"Kebijakan kampus merdeka, kampusnya merdeka, mahasiswanya sengsara. Diajak audiensi susah, Mendikbud kemana? Kuliah daring, UKT kok ngga miring? Kuliah sambil rebahan, UKT tetap jalan? Minta audiensi dicuekin, Mendikbud ngapain? Diajak audiensi susah, mendikbud kemana?" sindir BEM SI.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts