Penulis Artikel Kejam Tentang Kate Middleton Ternyata Teman Meghan Markle
Getty Images
Selebriti

Pihak Kerajaan Kensington menggugat majalah Tatler yang menulis artikel palsu tentang Kate. Belakangan, terungkap bahwa penulis artikel tersebut adalah salah satu rekan Meghan.

WowKeren - Pasangan Duke dan Duchess of Cambridge, Pangeran William dan Kate Middleton, diketahui menggugat majalah Tatler lantaran menerbitkan artikel yang dinilai penuh dengan berita palsu dan tak akurat. Dalam artikel itu, disebutkan bahwa sang Duchess merasa keberatan dan frustrasi dengan banyaknya tugas Kerajaan yang dilimpahkan padanya selepas kepergian Meghan Markle dari Istana.

Tatler juga menulis mengenai perselisihan Kate dengan Meghan pada saat Royal Wedding pada tahun 2018 silam. Tabloid tersebut memberikan klaim bahwa keduanya sempat berseteru terkait pakaian yang dikenakan oleh Putri Charlotte saat menjadi bridesmaid.


Belakangan ini, terungkap bahwa penulis artikel tersebut memiliki hubungan dekat dengan Meghan. Seorang sumber mengatakan bahwa penulis artikel, Anna Pasternak, merupakan teman dekat dari mantan jurnalis Tatler, Vanessa Mulroney, yang tak lain merupakan saudara ipar dari sahabat Meghan, Jessica Mulroney.

"Artikel Pasternak menyebabkan rasa sakit yang sangat tidak perlu untuk Kate dan klaim utamanya bahwa dia merasa terjebak dan tidak bahagia benar-benar tidak benar," ujar sumber tersebut dilansir The Sun pada Rabu (3/6).

Ia mengungkapkan bahwa Pasternak tetap berpegang pada ceritanya dan mengatakan bahwa sumber yang didapatnya sangat bagus. "Dia terhubung dengan sangat baik di AS. Dia berteman dengan Vanessa Mulroney yang dulu bekerja di Tatler dan sekarang tinggal di Kanada. Dan ipar perempuan Vanessa, Jessica, adalah sahabat Meghan. Ini menarik," tuturnya.

Di sisi lain, Kensington Palace telah merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa majalah Tatler merilis tulisan yang membalut kisah-kisah yang kurang akurat serta penggambaran yang keliru mengenai Kensington Palace. Beberapa sumber memberitahu Daily Mail bahwa Kensington Palace telah mengirim surat hukum atas nama Kate untuk menurunkan artikel tersebut. Dan Kerajaan merasa kesal dengan klaim bahwa Kate merasa "lelah dan terjebak", juga komentar-komentar dalam artikel tersebut mengenai berat badannya.

"Ini merupakan suatu perbuatan yang sangat kejam dan sangat melukai pasangan tersebut. Sangat memuakkan dan menjijikkan. Tulisan tersebut seksis dan mempermalukan perempuan dengan cara yang paling buruk," ujar seorang sumber Kerajaan.

"Tulisan tersebut penuh dengan kebohongan. Tak benar ketika mereka mengklaim bahwa sang Duchess merasa kerepotan dengan pekerjaannya. Hal ini sangat tidak masuk akal dan sangat keliru. Tulisan mengenai Pippa (adik Kate) pun sangat buruk. Tatler mungkin berpikir bahwa mereka imun dari aksi mereka tersebut karena anggota kerajaan membaca majalah mereka dan majalah tersebut dibaca oleh segenap pembaca cerdas, namun kenyataannya tidak seperti itu. Sangat ironis mengetahui bahwa majalah favorit keluarga kerajaan justru mengolok-olok mereka."

Sementara itu, seorang juru bicara Tatler memberitahu Entertainment Tonight, Editor-in-chief Tatler, Richard Dennen, mengetahui segala hal di balik pernyataan Anna Pasternak dan juga sumber-sumber berita tersebut.

"Kensington Palace pun tahu bahwa kami sedang menulis kisah sampul mengenai 'Catherine the Great' dan kami bahkan meminta mereka untuk berkolaborasi. Fakta bahwa mereka mengatakan mereka tidak mengetahui kisah tersebut adalah suatu hal yang keliru."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts