Bantu Belanja Untuk Kakek-Nenek Saat Corona, 2 Remaja di AS Ini Jadi 'Pahlawan' Nasional
SerbaSerbi
Pandemi Virus Corona

2 remaja laki-laki asal Montgomery County, Amerika Serikat menuai pujian karena mencetuskan ide menjadi relawan membelanjakan kebutuhan sehari-hari bagi lansia di tengah pandemi Corona.

WowKeren - Amerika Serikat menjadi negara yang paling terdampak wabah virus Corona secara global. Diketahui sudah lebih dari 1 juta orang di negara tersebut yang terjangkit COVID-19.

Tentu ada beberapa penyesuaian gaya hidup yang dilakukan, seperti misalnya masyarakat golongan lanjut usia yang diimbau untuk tidak keluar rumah. Pasalnya mereka masuk dalam usia rawan terjangkit COVID-19.

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi aksi Dhruv Pai (16) dan Matt Casertano (15), dua remaja laki-laki asal Montgomery County, Amerika Serikat. Dhruv dan Matt awalnya hanya mencoba membantu kakek-nenek mereka yang praktis tak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari karena khawatir dapat tertular COVID-19.

Mereka mulai melakukan kegiatan ini pada awal Maret 2020 silam. Selama masa itulah Dhruv dan Matt menyadari aksi kemanusiaan mereka bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar karena tak semua kaum lansia memiliki kerabat berusia muda yang bisa dimintai tolong.

Dhruv dan Matt kemudian membentuk komunitas bertajuk "Teens Helping Seniors", yang menghubungkan antara para lansia dengan relawan-relawan remaja seperti mereka. Para relawan inilah yang akan membelikan kebutuhan sehari-hari bagi para lansia dan meninggalkan belanjaan itu di depan rumah demi meminimalisir kontak.


Ide ini awalnya dikembangkan untuk teman-teman sekolah Dhruv dan Matt, mengingat pandemi Corona menyebabkan kegiatan sekolah mereka dihentikan sementara. Namun yang tak disangka, permintaan bantuan melonjak tajam dan mengharuskan mereka merekrut lebih banyak relawan.

Bahkan pada akhir pekan kedua pelaksanaan, Matt dan Dhruv sudah melebarkan sayap ke kota tetangga, seperti Albany, New York. Belakangan kelompok relawan ini sudah memiliki cabang dimana-mana di AS, bahkan sampai ke wilayah terluar Montreal.

"Permintaan bantuan berkembang begitu pesat," ungkap Dhruv, seperti dilansir dari The Washington Post, Rabu (3/6). Untuk menyelesaikan "tugas" mereka, Dhruv dan Matt biasanya bersepeda, berjalan kaki, atau meminta bantuan kepada orang tua mereka.

Bahkan pernah keduanya memberikan kejutan berupa kue untuk ulangtahun salah satu klien mereka yang genap berusia 85 tahun. "(Aku terkejut aku mau melakukan ini) karena kami tak saling kenal sebelumnya, kami benar-benar orang asing satu sama lain," papar Dhruv.

Selama mengerjakan kegiatan kemanusiaan itu, mereka tentu melakukan sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Seperti dengan menggunakan masker, sarung tangan, serta memastikan kantong-kantong belanjaan telah dibersihkan dengan disinfektan sebelum diserahkan kepada para lansia.

Dhruv, Matt, dan para remaja relawan ini pun belakangan menuai banyak pujian dari masyarakat AS. "Aku sangat terkejut banyak anak muda yang mau melakukan hal seperti ini. Mereka selalu memperlakukanku dengan sopan. Aku masih tak percaya pandemi bisa membawaku mengenal orang-orang hebat seperti mereka," puji Regula Guess (65), salah seorang klien para relawan tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts