Sempat Longgarkan Pembatasan, Sejumlah Gereja di Korsel Jadi Kluster Baru COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pelonggaran pembatasan wilayah di Korea Selatan rupanya menimbulkan kluster baru. Klaster baru tersebut terdiri dari puluhan jemaat gereja terbanyak di Seoul yang merupakan ibu kota negara.

WowKeren - Pemerintah Korea Selatan sempat melonggarkan pembatasan atau social distancing usai kasus COVID-19 di Negeri Ginseng tersebut melandai. Namun, siapa sangka jika di tengah upaya tersebut angka positif corona kembali merangkak naik.

Diketahui, para penderita baru tersebut merupakan jemaat gereja-gereja yang menjadi kluster-kluster baru penyebaran corona. Dilansir Yonhap, Rabu (3/6), Korsel mencatatkan 49 kasus baru virus corona. Sebanyak 46 adalah penularan lokal, 45 di antaranya berasal di Seoul, yang merupakan ibu kota.

Dalam empat hari terakhir kasus baru corona di Korsel berada di bawah angka 40. Jika angkanya di atas 50, maka Korsel akan mempertimbangkan lagi perintah social distancing.

Adanya kasus baru ini dikhawatirkan memicu gelombang kedua virus corona yang sejauh ini telah menjangkiti 11.590 orang di Korsel, menewaskan 273 orang. Penambahan kasus ini juga terjadi menjelang pembukaan sekolah tahap ketiga, mencakup 1,78 juta siswa.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), penyebaran virus corona di Seoul terjadi di gereja pada saat kebaktian. Sebelumnya pada Februari lalu, gereja di kota Daegu disebut sebagai kluster utama penyebaran corona di negara itu.


KCDC mencatat, setelah Korsel melonggarkan perintah social distancing pada awal Mei, ada lebih dari 100 kasus terkait dengan gereja, sebagian besar di Seoul.

Di dalam dan sekitar Seoul ada 13 gereja kecil yang menjadi kluster baru penyebaran corona. Pada Selasa, para penderita baru di Korsel terkait dengan kebaktian di 23 gereja kecil di Incheon dan Gyeonggi.

"Kami menyerukan masyarakat untuk tidak melakukan pertemuan keagamaan secara tatap muka di wilayah Seoul sampai infeksi menurun," kata Wakil Direktur KCDC Kwon Joon-wook.

Sementara itu, pada akhir bulan Mei lalu, pemerintah Korea Selatan memberlakukan kembali tindakan pembatasan wilayah lantaran terjadi lonjakan kasus baru. Menteri Kesehatan Korsel Park Neung-hoo mengatakan bahwa museum, taman, dan galeri seni semuanya akan ditutup kembali dari Jumat mendatang selama dua pekan ke depan.

Perusahaan juga telah didesak untuk memperkenalkan kembali cara kerja yang fleksibel di antara langkah-langkah lainnya. "Kami telah memutuskan untuk memperketat semua tindakan karantina di wilayah metropolitan selama dua pekan mulai besok hingga 14 Juni," tutur Park Neung-hoo, dikutip dari The Guardian pada Jumat (29/5).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts