Kembali Salahkan Tiongkok, Trump Beber Kejanggalan Ini Soal Pandemi Corona
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Donald Trump tak ragu membeberkan sejumlah kejanggalan yang dirasakannya terkait dengan penanganan pandemi COVID-19 oleh Tiongkok hingga menyebabkan wabah meluas seperti sekarang.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump barangkali menjadi salah satu petinggi dunia yang kerap menyalahkan pihak lain atas pandemi COVID-19. Salah satu negara yang kerap menjadi sasarannya adalah Tiongkok yang notabene memang merupakan negara terdampak COVID-19 pertama.

Baru-baru ini Trump kembali menyalahkan Tiongkok yang dianggapnya lalai hingga membiarkan virus Corona menyambangi berbagai daerah lain. Bahkan Trump tak sungkan mengungkapkan satu kejanggalan yang dirasakannya, yakni mengapa wabah itu tak berkembang lebih luas di Tiongkok sendiri.

"Saya ingin menanyakan ini. Virus itu bermula dari Wuhan, tapi mengapa ia tidak menyebar ke seluruh daratan Tiongkok?" ujar Trump dalam wawancaranya bersama Fox Radio, Rabu (3/6) waktu setempat. "Sekarang virus itu justru ke Eropa, menyebar ke seluruh wilayah dunia, ke Amerika Serikat, tapi tidak ke Beijing."

"Bagaimana bisa Tiongkok membiarkan virus itu menyebar ke seluruh wilayah dunia tapi tak berkembang di dalam negeri?" imbuh Trump. "Bahkan sekarang virusnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Ada sesuatu yang janggal di sini."


Lebih lanjut, Trump pun kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan wabah oleh Tiongkok. Apalagi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa Tiongkok sempat sengaja menahan sebuah informasi sangat penting soal virus Corona sampai berminggu-minggu setelah wabah pertama kali dilaporkan.

"Masalah utamanya bersumber dari Tiongkok, seharusnya mereka tidak membiarkan hal ini terjadi," tutur Trump. "Malah baru-baru ini saya membaca informasi soal Tiongkok yang tidak transparan (kepada WHO)."

Pada kesempatan itu, Trump juga menyiratkan akan "mengabaikan" perjanjian damai dagang diantara kedua negara. Padahal perjanjian tahap pertamanya sudah diteken sebelum pandemi COVID-19 merebak. Trump sendiri berkilah sikapnya ini diambil lantaran kecewa atas kelalaian Tiongkok yang menyebabkan wabah separah saat ini.

"Kami sudah mencapai kesepakatan yang hebat, tetapi sekarang saya benar-benar tidak bisa lagi menghormati Tiongkok setelah semua yang terjadi," tegas konglomerat properti tersebut. "Tiongkok seharusnya bisa mencegah virus keluar dari negaranya. Tiongkok bisa menutup semua akses."

Di sisi lain, Amerika Serikat sampai saat ini menjadi negara yang paling terdampak oleh wabah virus Corona. Dari total 6,5 juta kasus di dunia, sebanyak hampir 2 juta diantaranya dikonfirmasi di AS.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts