Dokter Sebut 10,5 Persen Pasien COVID-19 yang Meninggal Idap Penyakit Jantung
Health
Pandemi Virus Corona

Orang dengan penyakit jantung masuk ke dalam golongan rentan terinfeksi COVID-19. Seorang dokter mengatakan jika 10,5 persen pasien COVID-19 yang meninggal dunia memiliki permasalahan pada jantungnya.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) hingga saat ini masih mewabah di hampir seluruh negara di dunia. Bahkan hingga Kamis (4/6), tercatat total ada lebih dari 6,5 juta orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Dengan jumlah kematian sebanyak 388.060 orang dan yang sembuh berjumlah lebih dari 3,1 juta orang. Diketahui dari jumlah kematian yang terjadi, kebanyakan para pasien tersebut memiliki penyakit bawaan lain yang membuat virus tersebut menjadi makin ganas.

Diketahui, 10,5 persen pasien COVID-19 yang meninggal dunia adalah pasien dengan masalah jantung. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis jantung dari RSUP Persahabatan dr. Yasmina Hanifah, Sp.,JP.

Pasien dengan penyakit jantung sendiri masuk dalam kelompok rentan terinfeksi COVID-19. "Apabila pasien Corona punya penyakit penyerta seperti kanker, hipertensi, diabetes, jantung dan usianya di atas 80 tahun, risiko kematiannya bisa lebih daripada risiko kematian secara umum," kata Yasmina dalam Webinar yang dilaksanakan RSUP Persahatan, Kamis (4/6). "Bisa dilihat bahwa penyakit jantung bisa sampai 10,5 persen."


Ia juga menyampaikan setiap negara memiliki data yang variatif terhadap pasien jantung yang terinfeksi COVID-19. Menurut penelitian awal di Tiongkok, tercatat 4,2 persen dari sekitar 44.672 pasien COVID-19 adalah pasien jantung, 12,8 persen pasien hipertensi dan 5,3 persen pasien diabetes.

Namun semakin lama pandemi terjadi, pasien komorbid terus bertambah yang terinfeksi COVID-19. "Terutama di Amerika yang saat ini kasusnya sedang sangat tinggi. Hipertensi dialami 54 persen oleh pasien corona," jelasnya.

"Lalu obesitas 41,7 persen, diabetes 33,8 persen. Ternyata lebih banyak dari laporan pertama," sambungnya. "Bahkan dengan pasien infeksi berat bisa mencapai 72 persen."

Ia menambahkan jika kebanyakan pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di ruang intensif memiliki penyakit komorbid. Kondisi itu yang kemudian bisa mempersulit dan memperumit pengobatan pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts