Dwi Sasono Akhirnya Dipindahkan ke RSKO Untuk Jalani Rehabilitasi, Begini Kondisinya
WowKeren
Selebriti
Kasus Narkoba Dwi Sasono

Setelah menjalani assesment, pengajuan Dwi Sasono untuk menjalani rehabilitasi akhirnya dikabulkan oleh BNN. Dwi pun dibawa ke RSKO Cibubur untuk menjalani rehabilitasi.

WowKeren - Dwi Sasono dan tim kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan rehabilitasi. Rupanya hasil assesment yang dijalani oleh Dwi menunjukkan bahwa ia memang perlu menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan telah mengabulkan permohonan rehabilitasi untuk Dwi. Pasalnya suami Widi Be3 tersebut sudah terbukti tak terlibat dalam jaringan pengedaran narkoba, serta hanya menjadi pemakai ganja.


Pihak kepolisian pun memindahkan Dwi dari Polres Jakarta Selatan menuju Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa (9/6). Saat keluar dari kantor polisi sekitar pukul 10:00 WIB, Dwi terlihat memakai baju tahanan warna oranye, serta masker yang menutupi bagian hidung dan mulutnya.

Dwi pun tak memberikan banyak komentar saat ditanya tentang kondisi terbarunya setelah mendekam di penjara. "Sehat, baik-baik aja," ucap Dwi singkat kepada WowKeren sebelum dibawa masuk ke dalam mobil tahanan.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Vivick Tjangkung mengatakan bahwa Dwi perlu dibawa ke RSKO untuk mendapatkan perawatan medis. Rencananya, pemain sitkom "Tetangga Masa Gitu" tersebut akan menjalani rehabilitasi selama 3 hingga 6 bulan ke depan.

"Seperti yang saya sampaikan, sekitar jam 10 DS (Dwi) diberangkatkan ke RSKO adalah hasil assesment yang dikeluarkan, dan kita harus menitipkan DS ke RSKO karena ketergantungan," jelas Vivick. "DS bisa dilakukan pengobatan di RSKO yang diberi waktu tiga bulan sampai enam bulan."

Kendati tak terbukti terlibat jaringan narkoba manapun, proses hukum yang menjerat Dwi tetap berjalan. Seperti diketahui, aktor berusia 40 tahun tersebut mengaku memakai narkoba karena sulit tidur dan mengisi kekosongan di tengah pandemi COVID-19.

"Hasil penyelidikan kami DS tidak terlibat pengedar atau hal apapun. Jadi kami menitipkan DS untuk melakukan pengobatan secara medis," papar Vivick. "Dan kita tahu tadi kondisi DS sehat dan diantar oleh lawyer-nya. Proses hukum tetap berlanjut."

(wk/evaa)

You can share this post!

Related Posts