'Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo' Diklaim Mampu Tekan Positif COVID-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebanyak lebih dari seribu 'Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo' telah diresmikan. Selain 'Kampung Tangguh', Surabaya juga akan membuat sektor-sektor tangguh lain seperti mal dan pasar.

WowKeren - "Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo" kembali diresmikan di wilayah hukum Polrestabes Surabaya, tepatnya di Jalan Wonorejo II, Kecamatan Tegalsari. Sebelumnya, "Kampung Tangguh" telah diresmikan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kampung Tangguh" Kelurahan Wonorejo diresmikan Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah pada Jumat (12/6). Sebanyak 1.339 "Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo" rupanya telah dibuat untuk menekan penyebaran virus COVID-19.

"Kemajuan yang luar biasa ini. Kami sangat mengapresiasi, " ujar Widodo Iryansyah dilansir dari Jatimnet.com. "Tadinya Kampung Wonorejo ini ada yang positif dua, sekarang sudah sembuh total."


Keberadaan "Kampung Tangguh" diharapkan dapat terus menumbuhkan kedisiplinan warga Surabaya dalam menjalankan protokol kesehatan di era "new normal". "Memang awalnya kita tidak biasa. Tapi seperti yang disampaikan tadi, kita harus membiasakan hal yang tidak biasa," terang Widodo.

Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran menambahkan apabila "Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo" diharapkan dapat membuat kota Surabaya bebas dari COVID-19. "Mari sama-sama kita jaga Surabaya. Gotong royong sudah kelihatan, kebersamaan sudah kelihatan. Saya yakin warga Surabaya terkenal dengan tekadnya luar biasa, kotanya luar biasa," tutur Fadil.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun mengungkapkan apabila beberapa kelurahan yang sebelumnya berstatus merah kini telah berubah menjadi oranye. Oleh sebab itu, ia optimis apabila pandemi COVID-19 di Surabaya segera berakhir. "Ini adalah untuk kita, keluarga kita, tetangga kita, dan sahabat-sahabat kita. Karena itu kita harus berani, benar-benar disiplin untuk menerapkan protokol-protokol kesehatan," tegas Risma.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Surabaya juga tengah menyiapkan sektor-sektor tangguh lain. Seperti Mal Tangguh, Industri Tangguh, Pasar Tangguh, Tempat Ibadah Tangguh, Pekerja Konstruksi Tangguh, Hotel Tangguh, Restoran Tangguh, Kafe Tangguh hingga Sentra PKL Tangguh. "Kalau ini sudah terbentuk, saya rasa kita tidak perlu takut keluar karena mereka sudah tahu protokol-protokol yang harus mereka kerjakan," pungkas Risma.

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts